keberadaan-kami-tak-dianggap-tenaga-kami-diperas
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – 60 orang perwakilan guru dan tenaga kependidikan honorer non-kategori usia 35 tahun ke atas (GTKHNK 35+) mendatangi DPRD Riau, Kamis (6/2/2019).
Kedatangan para guru honor disambut Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet dan Anggota Komisi V Agung Nugroho yang membidangi persoalan pendidikan.
Di awal, perwakilan guru honor dari 10 kabupaten/kota se-Riau itu langsung menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan. Salah satunya persoalan nasib guru honor yang sudah berumur lanjut, namun tidak bisa mengiktui tes aparatur sipil negara (ASN).
“Keberadaan kami tak dianggap, tenaga kami diperas,” ujar salah seorang perwakilan guru.
Maka dari itu, DPRD diminta agar bisa memperjuangkan guru 35 tahun ke atas ini dari berbagai sisi. Seperti hak keuangan atau gaji yang cenderung tak sebanding. Termasuk juga mendesak pemerintah pusat agar membuat payung hukum penerimaan ASN bagi guru honor 35 tahun ke atas.
Hingga berita ini diturunkan, pertemuan antara DPRD Riau dengan para guru honor masih berlangsung di Ruang Medium, Gedung DPRD Riau.
Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun
Tukang ojek di Bengkalis dibacok penumpang menggunakan parang setelah mengantar ke Desa Kembung Baru. Korban…
Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada…
Sekitar 3.500 Pramuka mengikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru. Wako Agung Nugroho mendorong aksi…
Kabut asap di Pekanbaru membuat jarak pandang hanya 1.600 meter. Citilink QG936 sempat holding sebelum…
Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…
HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…