Categories: Nasional

Anak Penderita Pneumonia Rentan Terserang Covid-19, Kenali Gejalanya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Orang tua harus bisa mengenal dan segera mencegah Pneumonia pada anak. Pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius dan tidak jarang menyebabkan kematian. Selain itu, pneumonia juga terlambat disadari karena gejala awalnya yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold).

Akibatnya, banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya, dan berdampak fatal pada kesehatan mereka.

Radang pernafasan akut ini menurut Ketua Unit Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr dr Nastiti Kaswandani Sp A(K) dalam diskusi virtual bersama Save The Childrend yang bertajuk Selamatkan Anak dari Bahaya Pneumonia di Masa Pademi, Kamis (5/11/2020), dapat dicegah dengan jeli melihat gejala yang terjadi pada anak.

“Diantaranya, batuk dan demam yang berkelanjutan, yang ditandai gejala awal selesma, seperti batuk, pilek dan demam yang disertai lemas dan lesu yang berkepanjangan,” katanya.

Bahkan dijelaskannya, anak-anak yang mengidap Pneumonia ini menurut Nastiti akan mengalami kesulitan bernafas, ditandai dengan frekuansi nafas yang lebih cepat, nafas cuping hidung, dan tarikan dinding dada dan perut, serta bibir dan kuku membiru akibat kekurangan oksigen dalam darah. kesulitan berfas pada bayi lebih mudah diketahui ketika beraktifitas dan saat makan.

Kalau ditanya apakah anak yang terserang pneumonia rentan terhadap virus corona, jawabnya tentu saja. Karena, dengan daya tahan tubuh yang lemah, semua virus dapat menyerang termasuk, virus corona, jelas Nastiti. Kemungkinan adanya persamaan gejala penderita pneumonia dengan korban yang terpapar Virus Corona? Nastiti jelas, hanya bisa memastikannya melalui test Swab.

"Kalau dikatakan gejalanya sama dengan pasien yang terserang virus corona, bisa dipastikan melalui test Swab,’’ tambahnya menjawab pertanyaan Riaupos.co.

Disaat pademi ini menurut Nastiti, memperbaiki gizi anak, menjaga daya tahan tubuh anak melalui imunisasi lengkap dan memberi ASI, terutama pada bayi dan selalu menjaga protokol kesehatan 3 M selama masa pademi ini menurut Nastiti, itu upaya memberikan pencegahan yang dapat dilakukan orang tua untuk memberi perlindungan pada anak agar terhindar dari penyakit ini.

"Kalau bisa, jangan membawa anak keluar rumah. Pilihlah aktifitas di dalam rumah saja, terutama disaat pademi  ini.Jika harus terpaksa keluar rumah karena harus ke dokter, jangan lupa ikuti protokol kesehatan 3 M,’’ tambahnya.

Sementara CEO Save the Children Indonesia, Selina Sumbung dalam diskusi yang sama menegaskan, penuhi hak kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak dengan imunisasi secara penuh agar Pneumonia tidak lagi menjadi pembunuh balita nomor 2 di Indonesia.

Berdasarkan data WHO pada tahun 2017 di mana terdapat 25.481 kematian balita karena   infeksi  pernapasan akut atau 17 persen dari seluruh kematian balita. Pneumonia  adalah penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan preterm dengan prevalensi   15.5 persen. Faktor-faktor penyebab berkaitan   dengan belum terpenuhinya ASI eksklusif yang  hanya 54 persen, berat badan lahir rendah (10,2 persen), dan belum imunisasi lengkap (42,1 persen) polusi udara di ruang tertutup dan kepadatan yang tinggi pada rumah tangga. 

Tahun 2019 terdapat 467.383 kasus Pneumonia pada balita2. Save the Children International meluncurkan kampanye global dalam rangka ulangtahunnya ke 100 tahun di tahun 

Di Indonesia menurut Selina, Save the Children meluncurkan kampanye yang dinamai STOP Pneumonia tahun lalu bertepatan dengan Hari Pneumonia Dunia (HPD) tanggal 12 November dan bekerjasama dengan  dengan organisasi masyarakat, akademisi, organisasi profesi, pemerintah dan pihak swast baik di tingkat nasional maupun di wilayah dampingan Save the   Children di Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Bandung melanjutkan kampanye STOPPneumonia untuk penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat.  

"Kami bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan   Perlindungan Anak dengan dukungan Pfizer melalui kampanye STOP Pneumonia sebagai   kesempatan untuk semakin meningkatkan  pemahaman mengenai pneumonia dan mencegah lebih banyak kematian akibat penyakit mematikan ini,” pungkasnya.

Laporan: Deslina (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

20 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

21 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

2 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

2 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

3 hari ago