Categories: Nasional

Tumbuh 5,13 Persen, Perekonomian Riau Berkontribusi Besar di Sumatera

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) –  Perekonomian Provinsi Riau mengalami tren pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan ke II sebesar 5,13 % dan memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh 7,07 %, di wilayah Regional Sumatera. Hal tersebut tentunya menjadi kabar positif jelang Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau.

Gubernur Riau, H Syamsuar mengatakan, pada triwulan II-2021, yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp205,03 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp123,58 triliun. Dengan demikian, maka Riau termasuk penyumbang kontribusi perekonomian terbesar di Sumatera.

"Alhamdulillah, ini kabar baik yang menjadi kado menjelang Hari Jadi Provinsi Riau ke 64. Riau mengalami tren pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan ke II sebesar 5.13 % dan memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh 7,07 %, di wilayah Regional Sumatera," kata Gubernur Riau, Kamis (5/8/2021).

Lebih lanjut Gubernur Riau menjelaskan, pada Triwulan I, Riau juga termasuk 10 Provinsi di Indonesia yang mendapatkan apreasiasi dari Presiden Republik Indonesia, dengan tingkat pertumbuhan 0,41% memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dimasa Pandemi ini tentunya kita terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Mohon doa dan dukungan masyarakat Riau semoga pemulihan ekonomi Riau terus meningkat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat Riau," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin  menjelaskan, Ekonomi Riau triwulan II-2021 tumbuh sebesar 5,13 persen (y-on-y), lebih baik dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang terkontraksi 3,32 persen. 

"Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 39,06 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 48,58 persen," jelasnya. 

Sedangkan, ekonomi Riau triwulan II-2021 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,06 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan sebesar 29,35 persen. 

Kemudian, dari sisi pengeluaran, Komponen Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 90,37 persen.

"Jika dihitung tanpa migas, ekonomi Riau triwulan II-2022 tumbuh 7,40 persen (y-on-y), lebih baik dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang terkontraksi 2,72 persen," jelasnya.

Secara spasial, pada triwulan II-2021 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,89 persen terhadap perekonomian nasional. "Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia atau PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa," ujarnya.

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Razia Pekat Beruntun di Singingi dan Kuantan Mudik, Satpol PP Kuansing Jaring 6 LC

Satpol PP-PKP Kabupaten Kuansing menjaring enam wanita penghibur (LC) dan menyita miras dalam razia pekat…

1 jam ago

Sampah Harian Capai 85 Ton, Pengelolaan Baru 2 Persen, Pemkab Meranti Siapkan Pembentukan LPS dan TPST

Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…

2 jam ago

Sempat Gagal Tahap Pertama, 6 Bakal Calon Penghulu di Rohil Ikuti Tes Mengaji Ulang

Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…

3 jam ago

Peningkatan Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Tuntas 100 Persen

Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…

9 jam ago

Kebakaran Hebat di Payung Sekaki Pekanbaru: 7 Gudang Avian Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…

10 jam ago

Penyaluran Makan Bergizi Gratis Bagi 39 Ribu Warga Meranti Dihentikan Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…

10 jam ago