Categories: Nasional

Kasus Dihentikan, Mulai Lanjutkan Unlawful Killing

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bareskrim secara resmi menghentikan kasus dugaan penyerangan kepada petugas oleh enam laskar FPI. Setelahnya, kasus dugaan unlawful killing yang mulai dilanjutkan sesuai dengan rekomendasi Komnas HAM.

Yang unik, dalam kasus ter­sebut Bareskrim menetapkan enam laskar FPI menjadi tersangka. Kendati, keenamnya telah tewas saat kejadian di Km 50. Namun, di hari yang sama diketahuinya keenamnya menjadi tersangka, Polri menghentikan kasus tersebut.  

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yu­wono menuturkan, dengan penghentian penyidikan ini, maka status tersangka dalam kasus tersebut telah gugur.

”Untuk kasus penyerangan terhadap petugasnya dihentikan,” terangnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Penghentian kasus tersebut dikarenakan enam tersangka telah meninggal dunia. Hal tersebut sesuai dengan pasal 109 KUHP. ”Status penyidikan tidak lagi berlaku,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Untuk selanjutnya, kepolisian telah menerbitkan laporan polisi soal dugaan pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing. Argo menjelaskan, langkah tersebut merupakan upaya menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM.

”Saat ini terus berproses,” tuturnya.

Dalam laporan unlawful killing tersebut terdapat tiga anggota polisi dari Polda Metro Jaya yang menjadi terlapor.

”Statusnya masih terlapor,” papar jenderal berbintang dua tersebut.

Sementara Kuasa Hukum Laskar FPI Hariadi Nasution menjelaskan, langkah penetapan tersangka itu seakan-akan kekuasaan kepolisian di atas undang-undang. Sesuai dengan pasal 77 KUHP, seharusnya kewenangan menuntut pidana itu terhapus bila tertuduh meninggal dunia.

”Otomatis kewenangan menuntut tidak ada,” ujarnya.

Penetapan tersangka enam laskar FPI memang tidak biasa. Dalam kebanyakan kasus, penghentian perkara itu dilakukan saat terlapor atau tersangka meninggal saat proses hukum berjalan. Entah meninggal saat belum ditahan atau telah ditahan.(idr/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

1 hari ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

1 hari ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

4 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

5 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

5 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

5 hari ago