Categories: Nasional

Jangan Dicontoh, Tanam Ganja Secara Hidroponik Suami Istri Ini Ditangkap

SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Direktorat Resnarkoba Polda Jatim menggerebek sebuah rumah yang digunakan menanam 27 pohon ganja secara hidroponik di Perum Wisma Lidah Kulon Blok A nomor 95, Lakarsantri, Surabaya.

Rumah tersebut dihuni oleh Dino bersama istrinya. Pria 27 tahun itu kini ditetapkan tersangka karena terbukti menanam ganja yang hendak dikonsumsi sendiri. 

Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis M Simanjutak mengatakan tersangka menanam ganja secara hidroponik sejak Desember 2019 lalu.

"Ada 27 pohon ganja yang ditanam secara hidroponik. Ini yang besar ada usia tiga bulan dan kecil baru tiga minggu," ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di lokasi, kemarin.

Cornelis menjelaskan, tersangka menanam ganja tersebut di dalam pot belakang rumah. Dengan sarana, pot berbentuk kotak berlubang, pot besar, bebatuan, dan air. Dia mendapatkan bibit dari sisa biji, pembelian daun ganja kering dari temannya yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Sisa biji itu yang ditanam," sambungnya. Mantan Dirresnarkoba Polda NTT itu memaparkan, tanaman ganja yang sudah berumur tiga minggu lebih, oleh tersangka kemudian dipindah ke pot yang lebih besar. "Yang berumur tiga bulan tingginya 40 sampai 50 centimeter," terangnya. 

Setelah besar, lanjut Cornelis, tanaman ganja tersebut dipanen tersangka. "Dari pohon yang tingginya sudah 40 centimeter, tersangka mengaku sudah dua kali memetik. Lalu dikeringkan dan diisap sendiri," bebernya.

Sementara itu, tersangka Dino mengaku memiliki inisiatif menanam ganja secara hidroponik itu setelah belajar dari internet. "Dari internet. Saya sudah kecanduan. Makai ganja sejak tiga tahun lalu," ucap Dino sambil menunduk. 

Dino mengaku, hasil panen daun ganja yang sudah kering dipakai sendiri. Dia tidak pernah menjual atau memasarkan daun ganja tersebut."Saya lemas kalau tidak konsumsi ganja," terangnya. 

Dino membeberkan, antara ganja kering yang ditanam di tanah dan di air tidak ada bedannya. Menurut dia rasanya sama saja. 

Masih di tempat yang sama, Ketua RT 08 Lidah Kulon, Effendi mengaku tak pernah mencurigai tersangka. Sehari-hari tersangka Dino dikenal sebagai pemelihara dan penjual kucing jenis sphinx.

"Dia (tersangka,Red) pelihara kucing banyak. Katanya dijual. Sementara istrinya kerja buka jasa tatto di rumah," sebut Effendi ditemui di depan rumah tersangka. 

Effendi menuturkan, tersangka sudah tinggal mengontrak rumah tersebut selama tiga tahun.  “Orangnya kalau ketemu ya ramah. Dia ngontrak di situ sudah tiga tahun," tandasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

23 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

23 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago