Rara dan Lala telah janjian untuk pergi ke toko membeli buku. Tepatnya buku diskonan. Pukul 10.00 WIB mereka pun sampai di toko buku lalu memilih seabrek buku, termasuk novel.
Sebenarnya, Lala tak biasa untuk berburu buku bersama. Katanya, untuk menjaga privasi dari pilihan buku yang dibeli. Apalagi jika berkaitan dengan fiksi roman. Paling anti jika yang lain tahu.
Namun, sepandai-pandainya tupai melompat bakal jatuh juga. Di hari itu juga, ia tertangkap basah mengambil novel roman.
"Cie…, bisa juga elu baca novel roman. Biasanya yang dibeli selalu berkaitan dengan sejarah,” cemeeh Rara sambil melanjutkan, “Udah ambil aja! Ga usah gengsi baca novel bucin alias budak cinta".
"Alamak! Pakai ketahuan segala sama Rara lagi," kata Lala dalam hati.
Kemudian, Lal berbisik ke Rara agar tidak memberitahu ke teman-teman yang lain.
Rara pun mengiyakan dengan isyarat mengangguk dan tersenyum meledek. Setelah sejam obrak-abrik buku, keduanya pun ke kasir untuk membayar. Lalu pergi mencari makan sarapan rangkap makan siang.(sof)
Kerangka manusia di Pulau Rangsang akhirnya teridentifikasi sebagai Nasri, korban lompat dari kapal Dumai Line…
Kejati Riau telah menggeledah 11 lokasi terkait dugaan korupsi jasa kapal di Dumai dan menyita…
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…