JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, rumah sakit milik negara mampu menangani hingga 10.000 pasien Covid-19. Angka tersebut merupakan angka maksimal dari RS yang ada berikut jaringan serta stok alat medis.
"Kita memberanikan diri menaruh angka 10.000 pasien kekuatan rumah sakit BUMN yang ada,"
ujarnya dalam video conference, Jumat (3/4).
Sehingga, apabila terjadi ledakan penyebaran virus korona, tentu dibutuhkan fasilitas kesehatan lain yang tersedia. Di sisi lain Erick menjelaskan, dalam menangani 10.000 pasien, dibutuhkan sebanyak 1,5 juta alat pelindung diri (APD).
Namun, jumlah APD tersebut tidak bisa dipenuhi oleh BUMN. Begitu juga dengan ventilator yang dibutuhkan sebanyak 500 unit.
"BUMN hari ini baru punya seperlimanya," ungkapnya.
Meski demikian, Erick menyebut, untuk swab test ada 40.000 unit, dan stok obat mencukupi untuk 60.000 pasien, termasuk kebutuhan obat chloroquine, zithromax mampu dipenuhi BUMN.
"Untuk kebutuhan obat kita sudah punya stok 60.000 apakah chloroquine, zithromax, dan lain-lain," pungkasnya.
Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

