waketum-mui-dikenal-sebagai-ulama-santun
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah berduka. Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI dan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas wafat setelah menderita gagal ginjal. Tokoh kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat itu dikenal sebagai ulama yang santun dan memiliki pemahaman ilmu agama yang mendalam, khususnya ilmu tafsir.
Guru Besar Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu mengembuskan napas terakhir pada Kamis (2/1) sekitar pukul 23.47 di Rumah Sakit Sarjito Jogjakarta. “Beliau gagal ginjal,” terang Ketua PP Muhamamdiyah Anwar Abbas kepada Jawa Pos (JPG), Jumat (3/1).
Menurut Sekjen MUI Pusat itu, Yunahar sakit sejak Juni lalu. Yaitu, setelah menyampaikan khutbah Salat Idulfitri di Bontang, Kalimantan Timur. Sejak saat itu, Yunahar aktif melakukan cuci darah seminggu bisa sampai dua kali. Bahkan, akhir-akhir sebelum meninggal bisa tiga kali dalam seminggu.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, keluarga, PP Muhammadiyah, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogjakarta, dan RSU Sarjito sudah berusaha maksimal bagi kesembuhan Yunahar. Bahkan, berencana melakukan cangkok ginjal.(lum/jpg)
Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…
Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…
Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…
Bupati Rohul menebar 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Desa Kabun untuk mendukung ketahanan pangan,…
UIN Suska Riau meraih penghargaan Terbaik III Produktivitas BMN 2025 dari KPKNL Pekanbaru atas komitmen…
Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…