Serahkan Semua Tes Kejiwaan kepada Polisi
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya angkat bicara tentang kasus masuknya anjing ke Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor. Mereka yakin, perbuatan tersebut pasti dilakukan oleh orang yang memiliki gangguan jiwa. Namun, mereka tetap serahkan kasus ini kepada kepolisian setempat.
Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas menjelaskan, sebenarnya Islam sendiri tidak melarang umatnya memelihara anjing. Dengan syarat, hewan itu digunakan untuk dua fungsi. Untuk berburu, dan menjaga rumah.
â€Pemelihara juga harus bisa menjaga kesucian yang ada di rumahnya. Jangan sampai, air liur anjing peliharaan mereka terkena di pakaian dan alat rumah tangga mereka. Karena air liur anjing, bagaimana pun termasuk najis yang sangat berat,†ujar Yunahar dalam konferensi pers di Kantor MUI, di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, Selasa (2/7).
Nah, permasalahan ini terjadi karena perempuan berinisial SM itu membawa anjing ke rumah peribadatan. Hal ini menjadi masalah, karena tidak hanya di Islam. Dalam agama apa pun, rumah peribadatan merupakan area yang cukup disakralkan. Yunahar menjelaskan, itu sudah menjadi pengetahuan umum. Tentang bagaimana cara menghormati rumah ibadah masing-masing. â€Dalam Islam, tentu tidak boleh pakai sandal, tidak boleh pakai sepatu,†lanjutnya.
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…
Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…
Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…
Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…
Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…