Minggu, 19 Juli 2026
- Advertisement -

Penderita Diabetes Harus Rutin Cek Kesehatan Mata

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah, Agus Setyawan menyatakan, penderita diabetes melitus wajib mengecek kesehatan mata secara rutin. Hal itu guna mengantisipasi gangguan penglihatan.

"Gangguan di mata akibat diabetes melitus disebut retinopati diabetik. Tidak jarang kondisi retinopati diabetik menyebabkan kebutaan," kata Agus Setyawan seperti dilansir dari Antara di Banjarnegara, Kamis (3/3).

Dalam hal ini, kata dia, retinopati diabetik dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah retina. Sehingga, retina menjadi bengkak atau terdapat kapiler darah yang tidak normal.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan pandangan menjadi kabur atau terganggu. "Penyebab utama retinopati adalah kombinasi dari tingginya tekanan darah, gula darah, dan kolesterol," ujar Agus Setyawan yang akrab disapa Wawan itu.

Baca Juga:  Penangkaran Walet Semakin Marak

Dia mengatakan, penderita diabetes melitus yang tidak ditangani dengan baik akan mengalami kerusakan pembuluh darah kecil di retina. Dengan adanya retinopati diabetik tersebut, dapat menyebabkan komplikasi yang berdampak pada tingkat kesakitan yang semakin buruk.

"Oleh karena itu, para penderita diabetes melitus wajib melakukan pengecekan terhadap kesehatan mata terutama retinanya secara rutin," papar Agus Setyawan.

Lebih lanjut, Agus Setyawan mengatakan, retinopati diabetik juga dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi lain. Salah satunya yang paling sering muncul adalah diabetik makular edema (DME). DME terjadi ketika adanya kebocoran cairan ke pusat makula, yakni bagian peka cahaya dari retina yang berfungsi untuk mempertajam penglihatan langsung.

"DME dapat membuat kualitas penglihatan menurun karena adanya kebocoran cairan ke pusat makula. Skrining awal sangat diperlukan untuk mendiagnosis kondisi pasien. Dengan diagnosis sedini mungkin dan pengobatan yang tepat, memungkinkan bisa meminimalisasi pasien kehilangan penglihatan, bahkan bisa dipulihkan," ucap Agus Setyawan.

Baca Juga:  Pamit Mancing, Besoknya Pria Ini Ditemukan Tinggal Potongan Kaki

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah, Agus Setyawan menyatakan, penderita diabetes melitus wajib mengecek kesehatan mata secara rutin. Hal itu guna mengantisipasi gangguan penglihatan.

"Gangguan di mata akibat diabetes melitus disebut retinopati diabetik. Tidak jarang kondisi retinopati diabetik menyebabkan kebutaan," kata Agus Setyawan seperti dilansir dari Antara di Banjarnegara, Kamis (3/3).

Dalam hal ini, kata dia, retinopati diabetik dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah retina. Sehingga, retina menjadi bengkak atau terdapat kapiler darah yang tidak normal.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan pandangan menjadi kabur atau terganggu. "Penyebab utama retinopati adalah kombinasi dari tingginya tekanan darah, gula darah, dan kolesterol," ujar Agus Setyawan yang akrab disapa Wawan itu.

Baca Juga:  Pemkab Siapkan Seribu Rapid Test

Dia mengatakan, penderita diabetes melitus yang tidak ditangani dengan baik akan mengalami kerusakan pembuluh darah kecil di retina. Dengan adanya retinopati diabetik tersebut, dapat menyebabkan komplikasi yang berdampak pada tingkat kesakitan yang semakin buruk.

- Advertisement -

"Oleh karena itu, para penderita diabetes melitus wajib melakukan pengecekan terhadap kesehatan mata terutama retinanya secara rutin," papar Agus Setyawan.

Lebih lanjut, Agus Setyawan mengatakan, retinopati diabetik juga dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi lain. Salah satunya yang paling sering muncul adalah diabetik makular edema (DME). DME terjadi ketika adanya kebocoran cairan ke pusat makula, yakni bagian peka cahaya dari retina yang berfungsi untuk mempertajam penglihatan langsung.

- Advertisement -

"DME dapat membuat kualitas penglihatan menurun karena adanya kebocoran cairan ke pusat makula. Skrining awal sangat diperlukan untuk mendiagnosis kondisi pasien. Dengan diagnosis sedini mungkin dan pengobatan yang tepat, memungkinkan bisa meminimalisasi pasien kehilangan penglihatan, bahkan bisa dipulihkan," ucap Agus Setyawan.

Baca Juga:  Sebulan 89 Positif, Dua Meninggal di Dumai

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah, Agus Setyawan menyatakan, penderita diabetes melitus wajib mengecek kesehatan mata secara rutin. Hal itu guna mengantisipasi gangguan penglihatan.

"Gangguan di mata akibat diabetes melitus disebut retinopati diabetik. Tidak jarang kondisi retinopati diabetik menyebabkan kebutaan," kata Agus Setyawan seperti dilansir dari Antara di Banjarnegara, Kamis (3/3).

Dalam hal ini, kata dia, retinopati diabetik dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah retina. Sehingga, retina menjadi bengkak atau terdapat kapiler darah yang tidak normal.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan pandangan menjadi kabur atau terganggu. "Penyebab utama retinopati adalah kombinasi dari tingginya tekanan darah, gula darah, dan kolesterol," ujar Agus Setyawan yang akrab disapa Wawan itu.

Baca Juga:  Casual Style dengan Warna Olive Green

Dia mengatakan, penderita diabetes melitus yang tidak ditangani dengan baik akan mengalami kerusakan pembuluh darah kecil di retina. Dengan adanya retinopati diabetik tersebut, dapat menyebabkan komplikasi yang berdampak pada tingkat kesakitan yang semakin buruk.

"Oleh karena itu, para penderita diabetes melitus wajib melakukan pengecekan terhadap kesehatan mata terutama retinanya secara rutin," papar Agus Setyawan.

Lebih lanjut, Agus Setyawan mengatakan, retinopati diabetik juga dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi lain. Salah satunya yang paling sering muncul adalah diabetik makular edema (DME). DME terjadi ketika adanya kebocoran cairan ke pusat makula, yakni bagian peka cahaya dari retina yang berfungsi untuk mempertajam penglihatan langsung.

"DME dapat membuat kualitas penglihatan menurun karena adanya kebocoran cairan ke pusat makula. Skrining awal sangat diperlukan untuk mendiagnosis kondisi pasien. Dengan diagnosis sedini mungkin dan pengobatan yang tepat, memungkinkan bisa meminimalisasi pasien kehilangan penglihatan, bahkan bisa dipulihkan," ucap Agus Setyawan.

Baca Juga:  Sebulan 89 Positif, Dua Meninggal di Dumai

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari