Categories: Nasional

Pemkab Akan Gugat PLTA

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar berencana menggugat PLTA Koto Panjang terkait banjir yang melanda akhir-akhir ini. Rencana itu diucapkan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto kepada media. Catur beralasan banjir yang melanda Kampar selama ini telah menyebabkan  banyak kerugian materil bagi masyarakat.

Rencana Catur menggungat PLTA ini mendapat dukungan dari salah seorang tokoh adat Kampar, A Latif Datuk Bagindo, dari Kenegerian Kuok. Kendati belum mendengarkan langsung rencana itu dari Bupati Kampar, Latif menilai rencana menggugat PLTA Kota Panjang atas bencana banjir tersebut tepat sasaran. Apalagi hal itu dilakukan dengan pertimbangan kerugian yang dialami oleh masyarakat.

"Kalau Bupati menggugat bagus, artinya PLTA itu kan BUMN, boleh-boleh saja asal mempertimbangkan rakyat. Terutama kalau kajian kita adalah kerugiannya itu terkait rusaknya padi, hanyutnya kerbau, kambing dan keramba ikan. Relevan dia menuntut, tapi harus bermula dari kehendak masyarakat," sebut A Latif, Kamis (2/12).  

A Latif mengakui, memang belum pernah ada Bupati Kampar sebelum Catur yang menggugat PLTA terkait banjir. Dengan adanya gugatan itu menurutnya, PLTA diharapkan memberi perhatian lebih pada para korban banjir. Tidak hanya sekedar memberikan bantuan sembako seperti selama ini dilakukan, tapi mulai mengganti kerugian yang diderita masyarakat.

Namun gugatan terhadap PLTA ini terkesan hanya wacana. Hingga tulisan ini diturunkan belum ada pernyataan dari Bupati Kampar terkait keseriusan melakukan gugatan tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Yusri juga belum bisa berkomentar terkait hal tersebut.

"Kalau yang itu langsung ke Bupati saja," ungkapnya singkat ketika ditanya keseriusan Pemkan Kampar melakukan gugatan kepada PLTA Koto Panjang atau PLN pada sore kemarin.

Sementara itu, Plt Manajer Unit Layanan PLTA Koto Panjang Cecep Sofhan Munawar ketika dimintai tanggapannya terkait rencana gugatan, juga mengaku belum bisa berkomentar apa-apa. "Mohon maaf, saya belum bisa menanggapi," ungkapnya singkat.(end)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

17 jam ago

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

19 jam ago

7 Fungsi Vital Steam Line dan Sanitary Valve dalam Industri Modern

Steam Line dan Sanitary Valve berperan penting mengatur aliran uap (untuk pemanasan/sterilisasi) sekaligus menjamin standar…

19 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

19 jam ago

Dari Rp4.700 ke Rp2.700, Harga Kelapa Inhil Anjlok Nyaris 40 Persen

Harga kelapa di Inhil turun hampir 40 persen jadi Rp2.700/kg. Petani terpukul jelang Lebaran dan…

19 jam ago

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam…

19 jam ago