Categories: Nasional

Sinovac Telah Siapkan Vaksin Manjur untuk Lawan Varian Delta

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Kritik yang terus ditujukan pada Sinovac karena ada keraguan terhadap kemanjuran vaksinnya melawan varian Covid-19 Delta, segera dibuktikan oleh perusahaan farmasi asal Tiongkok itu. Seperti diketahui, ratusan tenaga kesehatan di sejumlah negara terinfeksi lagi setelah disuntik vaksin Sinovac.

The Global Times melaporkan, Sinovac dan Zhifei Longcom, sebuah unit Produk Biologi Chongqing Zhifei, mengembangkan vaksin khusus untuk melawan varian Delta. Meski begitu, mereka menambahkan bahwa vaksin mereka saat ini masih efektif melawan varian Covid-19.

Chief Business Officer Sinovac Biotech Ltd dan General Manager Sinovac Biotech (Hong Kong) Ltd, Yang Guang mengatakan bahwa mereka sedang melakukan tes pada varian Delta untuk mengembangkan vaksin khusus untuk varian ini. Data dunia nyata dari sebuah studi oleh Sinovac di Cile telah menunjukkan bahwa vaksin Sinovac memberikan perlindungan yang efektif terhadap varian Gamma.

“Studi kami tentang kemanjuran vaksin pada varian Delta juga mencapai hasil yang serupa,” sebut Yang Guang.

Produsen vaksin Tiongkok sedang melakukan tes terhadap varian Delta pada produk mereka. Seentara itu, Ketua Sinopharm China National Biotec Group, Yang Xiaoming, anak perusahaan Sinopharm, mengatakan kepada Global Times bahwa perusahaan sedang melakukan tes netralisasi pada varian Delta dengan serum penerima vaksin dan meningkatkan pengembangan vaksin yang menargetkan empat varian yang mendominasi yaitu Alfa, Beta, Gamma, dan Delta.

Menurut Yang, vaksin Sinopharm untuk varian Beta, pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Dan sedang menjalani uji coba pada hewan. Uji vaksin untuk varian Delta saat ini sedang dalam pengembangan.

“Saat ini, vaksin inaktif Sinopharm masih efektif dalam melindungi penerima dari varian yang mendominasi,” kata Yang.

Tiongkok telah memberikan lebih dari 1,6 miliar dosis vaksin Covid-19. Namun, beberapa kasus orang yang terinfeksi setelah diinokulasi telah dilaporkan selama wabah Nanjing baru-baru ini.

Yang menjelaskan bahwa tidak ada vaksin Cobud-19 di dunia yang dapat memastikan perlindungan 100 persen terhadap infeksi. Khasiat vaksin terdiri dari berbagai kriteria, antara lain khasiat mencegah kematian dan penyakit kritis.

Mengenai vaksin inaktif Sinopharm, Yang Xiaoming mencatat bahwa hasil dari tiga fase uji klinis dan penggunaannya pada populasi besar telah menunjukkan bahwa vaksin itu sangat efektif dan aman.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jembatan Bailey di Jalan Nelayan Pekanbaru Selesai Dipasang, Kini Bisa Dilintasi Warga

Jembatan bailey sepanjang 24 meter di Jalan Nelayan Pekanbaru selesai dipasang BWS Sumatera III dan…

9 jam ago

Abdul Wahid Tetap Bantah Dakwaan KPK, Pengacara Minta Dibebaskan dari Seluruh Tuntutan

Jelang vonis kasus dugaan korupsi, Abdul Wahid tetap menyatakan tak bersalah. Pengacaranya meminta hakim menolak…

9 jam ago

Kabar Baik PPPK Paruh Waktu Meranti, Gaji ke-13 dan THR Mulai Dianggarkan

Pemkab Kepulauan Meranti mengalokasikan anggaran gaji ke-13 dan THR bagi PPPK Paruh Waktu dalam RAPBD…

13 jam ago

Semarak Hari Jadi Riau, 2.200 Pohon Bakal Ditanam di Kawasan Stadion Utama

Pemprov Riau menyiapkan senam bersama dan penanaman 2.200 pohon di Stadion Utama Riau untuk memeriahkan…

13 jam ago

Pensiunan PNS di Kampar Ditangkap atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pensiunan PNS berinisial AL di Bangkinang ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah…

13 jam ago

Pemkab Inhil Mulai Verifikasi Data Pedagang Pasar Yos Sudarso Jelang Relokasi

Pemkab Inhil mulai memverifikasi data pedagang Pasar Yos Sudarso sebagai tahapan awal relokasi untuk mewujudkan…

13 jam ago