(RIAUPOS.CO) – Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban baik kambing maupun sapi. Lulu yang tinggal mengontrak di rumah petak sudah tak sabar untuk mengambil jatahnya bersama Nina.
Selepas Zuhur pengumuman untuk mengambil daging kurban pun disiarkan di masjid dekat rumahnya. Dengan cekatan dua gadis perantau itu pun menyalakan sepeda motornya menuju masjid dengan tetap mengantre dan menerapkan protokol kesehatan. Jatah daging pun akhirnya sampai di tangan dan siap untuk dimasak. Keduanya memutuskan untuk dijadikan sup dan tumis. Setelah penuh drama masak, sekitar satu jam makanan pun siap untuk dilahap.
Perut Lulu yang sembelit, membuat hidangannya di letak begitu saja di depan meja dekat televisi. Sementara, Nina mencuci piring karena gilirannya. ”Alamak! Makan siang aku,” teriak Lulu begitu keluar dari kamar mandi.
Nina pun terkaget dengan jeritan Lulu. “Ngapa sih Lu teriak-teriak macem ada maling aja?!”
“Iya emang ada maling. Kucing ni eh pakai dimakan pula ha. Kau pun ndak tengok-tengok makananku,” celetuknya. “Mana lah aku tau. Jelas lagi cuci piring. Tulah letak makan jangan sembarangan. Untung kucing mu yang berulah,” sindirnya.(sof)
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…
Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…
Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…
Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…