JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyoroti minimnya alat pemusnah narkoba yang dimiliki Polri. Hal itu dia sampaikan saat pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7).
Idham mengatakan, saat ini Polda Metro Jaya masih sering meminjam alat pemusnah ketika hendak menghancurkan barang bukti. Seharusnya Polri memiliki alat tersebut sendiri.
"Saya dengar dari Direktur Narkoba, di sini kita pakai mobilnya hanya kapasitas 30 kilogram, kemudian kita bawa ke RSPAD minjem, kok Polri ini kayaknya kere sekali. Padahal bisa sebenarnya ngadain itu, ya kan," kata Idham.
Ke depan, Idham berharap Polri bisa memiliki alat sendiri. Sehingga tidak perlu lagi meminjam dari instansi lain. Dia pun akan melobi Komisi III DPR RI untuk pengadaan alat tersebut.
"Urusan (pengadaan alat) nanti kita lapor Ketua Komisi III, supaya kita juga punya mesin penghancur narkoba yang nggak pinjem-pinjem lagi," jelasnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Polri memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,2 ton. Barang tersebut didapat hasil operasi pada periode Mei-Juni 2020.
Pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis didampingi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Juga dihadiri oleh Komisi III DPR RI dan BNN, hingga jajaran Kejaksaan Tinggi (Kajati).
"Pada hari ini kita menghadiri acara pemusnahan narkoba hasil pengungkapan Satgas Khusus Polri dan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7).
Adapun Barang bukti yang dimusnahkan yakni 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi dan 410 ganja. Barang bukti itu didapat dari jaringan narkotika internasional Iran-Pakistan-Cina-Aceh-Jakarta.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…