BELI SAYURAN: Seorang warga membeli sayuran di lapak pedagang kaki lima di kawasan Pasar Teratai, Pekanbaru. Foto diambil beberapa waktu lalu. MHD AKHWAN/RIAUPOS
(RIAUPOS.CO) — KONDISI ruas Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan masih tetap ditempati para pedagang kaki lima (PKL). Pedagang yang sudah pernah ditertibkan dan sudah disediakan Pasar Higienis itu kembali memenuhi badan jalan, Rabu(30/10). Hampir semua badan jalan ini ditutupi oleh PKL.
Edi (48) salah seorang PKL kepada Riau Pos menuturkan, alasan mereka tidak mau pindah ke lokasi yang sudah disiapkan oleh Pemko Pekanbaru, karena tempatnya sangat tidak memadai. Lokasi yang disiapkan terlalu kecil untuk tempat berjualan.
‘’Hanya 1,5 meter. Tidak muat untuk barang-barang jualan. Orang belanjanya di sini sambil lewat saja pakai motor lebih praktis dan mudah tidak perlu parkir atau jalan kaki. Apalagi barang yang dijual di ruko sama barang yang dijual di kaki lima seperti kami sama,’’ ujarnya.
Bahkan kata Edi, barang yang dijual lebih terjangkau harganya. Jadi lebih enak orang belanja di sini, karena faktor pendukungnya. Karena masyarakat juga suka berbelanja seperti ini, makanya ia lebih baik di luar. Dari pada di dalam dagangannya malah tidak laku.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasi Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto kepada Riau Pos mengatakan, selama ini pihaknya sudah sering melakukan penertiban, hanya saja PKL ini kembali lagi. “Kembali ke fasilitasnya lagi, apakah sudah memadai atau tidak. Sudah banyak strategi yang kami lakukan. Rasanya apa yang kami lakukan sudah sangat maksimal. Sekarang mentalitas pedagangnya itu saja yang tidak siap untuk berjualan di lokasi yang sudah disiapkan,’’ terangnya.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Suhardi mengatakan, sudah beberapa kali pihaknya mengarahkan warga untuk berbelanja ke Pasar Higienis. “Tindakkan kami sudah sampai menggunakan absen 3 kali sehari. Kami tunggui. Rasa saya selama ini baru sekarang inilah kami sampai begitu menjaganya. Dari mulai jam 4 Subuh kami standbye untuk mengarahkan dari jalan agar supaya pembeli itu masuk ke pasar. Bahkan Pak Sekdako, Pak Asisten juga turun mengunjungi Pasar Higienis itu,’’ terangnya.(*6/ksm)
Laporan MUSLIM NURDIN, Kota
Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…
Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…
Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…
Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…
Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…