1-000-hektare-sawah-terancam-gagal-panen
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tanggul pembatas pantai yang terletak di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan jebol. Akibatnya 1.000 hektar sawah yang berada di sekitar lokasi terancam gagal panen. Dikhawatirkan, hal itu berdampak kepada stok beras yang ada di sebagian wilayah Provinsi Riau terganggu.
Demikian disampaikan Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Kabupaten Pelalawan dan Siak Markarius Anwar, Kamis (30/1).
"Beberapa waktu lalu saya sempat tinjau ke lokasi. Memang cukup mengkhawatirkan. Apalagi mengancam 1.000 hektar sawah yang berada di sekitar lokasi," ujar Markarius.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan, kondisi tanggul jebol sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan dari pemerintah provinsi. Maka dari itu, pihaknya mendesak agar pemprov mengirimkan bantuan berupa alat berat untuk menutupi kebocoran pada tanggul.
"Itu jangka pendek. Kami minta supaya pemprov mengambil tindakan cepat, menutupi kebocoran. Karena jika dibiarkan berlama-lama yang sengsara tentu warga dan petani setempat. Berimbas kepada perekonomian masyarakat. Bila gagal panen, juga berimbas kepada stok beras. Karena disana salah satu daerah penghasil beras terbesar di Riau," sebutnya.
Untuk jangka panjang, dirinya menyarankan agar Pemprov Riau bisa membangun turap permanen di lokasi. Sehingga persoalan kebocoran tanggul tidak lagi menghantui masyarakat.(nda)
HUT ke-69 Riau menjadi momentum memperkuat persatuan, inovasi, dan pembangunan di tengah tantangan ekonomi daerah.
TGC Pekanbaru mendaftarkan 31 anggota untuk meramaikan Riau Pos Gowes Merdeka 2026 yang digelar pada…
Go-SoC Perawang menyiapkan 25 goweser untuk Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menargetkan jumlah peserta…
Gaji ASN Rohul Agustus 2026 ditargetkan masuk rekening Senin. Keterlambatan terjadi akibat gangguan SP2D Online…
Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1. PSSI memastikan hasil tersebut…
Buaya muara berukuran besar masuk perkampungan Desa Undan, Inhil, hingga mengejar warga sebelum akhirnya berhasil…