Categories: Pekanbaru

Polda Selidiki Kematian Gajah di TNTN

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). 

Sebelumnya, seekor gajah ditemukan mati tanpa gading. Diduga, gajah tersebut sengaja diracun untuk diambil gadingnya.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Nasruddin mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan. Tim dari Polda Riau telah turun ke lokasi untuk melakukan pendalaman.

“Iya betul (sedang ditangani),” kata Kompol Nasruddin, Ahad (28/1).

Ia menyebut, saat ini tim masih bekerja di lapangan. Nasruddin belum bisa menyampaikan seperti apa perkembangan penyelidikannya untuk saat ini. “Nanti akan kami laporkan perkembangannya, anggota masih di lapangan dulu. Mudah-mudahan bisa segera terungkap,” harap Kompol Nasruddin.

Diketahui sebelumnya, gajah mati kembali terjadi di Provinsi Riau. Kali ini gajah jinak binaan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Manusia (BBKSDA) Riau yang ditemukan meregang nyawa, Rabu (10/1).

Kamis (11/1), Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro mengatakan, gajah Sumatera jantan berusia 46 tahun yang diberi nama Rahman ini diduga menjadi korban perburuan gading. Pasalnya saat ditemukan sekarat, satu gading bagian kiri hilang.

Gajah malang ini pertama kali ditemukan seorang mahout, atau pelatih gajah bernama Jumadi sekitar pukul 08.30 WIB saat hari kejadian. Saat itu, Jumadi bermaksud memindahkan ikatan sang gajah yang menjadi rutinitas hariannya.

Ketika dipanggil, gajah tersebut biasanya merespons karena Jumadi akan selalu membawa buah. Namun saat itu, sang gajah hanya senyap saja. Setelah mendekati lokasi, dirinya menemukan sang gajah dalam kondisi tergeletak lemas.

“Saat ditemukan gajah dalam kondisi tergelatak dengan gading sebelah kiri sudah terpotong dan hilang,” sebut Heru.

Melihat kondisi tersebut Heru menduga gajah itu diracun terlebih dahulu sebelum dipotong gadingnya.  Gajah bernama Rahman ini sempat mendapatkan perawatan, mulai dari pemberikan obat pencahar melalui mulut menggunakan selang dan memberikan susu melalui mulut guna menetralisir.

Setelah kotoran gajah ini keluar, petugas medis juga memberikan  gula cair melalui mulut dengan selang. Namun nyawan gajah malang ini tetap tidak dapat diselamatkan. Gajah bernama Rahman ini dinyatakan mati sekitar pukul 15.55 WIB.(nda)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 jam ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 jam ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

8 jam ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

8 jam ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

1 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

1 hari ago