wako-izinkan-pejabatnya-ikut-asesmen-provinsi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengikuti asesmen Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) Provinsi Riau. Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT tak mempermasalahkan hal tersebut.
Wako menyebut, mengikuti asesmen itu merupakan hak setiap orang. Karena itu, dia mengizinkan bawahannya untuk mencoba peluang menjadi kepala OPD di Pemerintahan Provinsi Riau.
Menurutnya seleksi terbuka yang ditaja Pemprov Riau merupakan peluang bagi pimpinan OPD di kabupaten/kota untuk bisa mengembangkan karir. "Karena itu, sekarang ada asesmen di provinsi, saya lepaskan semua. Saya anjurkan semua. Paling tidak uji nyali, bisa tidak. Jadi itu hal biasa," ujar Wako, Rabu (26/1).
Untuk itu ditegaskannya, banyaknya pejabat yang ingin pindah ke provinsi bukan karena pejabat bersangkutan sudah tak loyal jelang berakhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Pekanbaru pada Mei mendatang. "Jadi saya kira tidak (mereka tak loyal, red). Karena setiap ada asesmen di provinsi, malah saya sarankan. Saya dukung. Berani gak bersaing di situ," terangnya.
Sejauh ini dari hasil asesmen yang digelar provinsi, dikatakan Wako jika pejabat di lingkungan pemerintah kota sudah bisa bersaing dengan pejabat di lingkup kabupaten/kota maupun provinsi. "Seperti asesmen sebelumnya, Pak Burhan (Kepala DPKP Pekanbaru Burhan Gurning, red), itu masuk nilai terbaik," singkatnya.(ali)
Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…
Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…
Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…