Categories: Pekanbaru

Jumlah Penduduk Miskin Riau Naik 0,30 Persen

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, persentase penduduk miskin di Riau pada Maret 2021 sebesar 7,12 persen. Kondisi ini mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen poin jika dibandingkan dengan Maret 2020. Kepala BPS Riau Misfaruddin mengungkapkan,  pada periode September 2020-Maret 2021 kenaikan penduduk miskin Riau adalah sebesar 0,08 persen poin.

"Jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Provinsi Riau pada Maret 2021 sebanyak 500,81 ribu jiwa. Terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 sebanyak 17,42 ribu jiwa. Sementara jika dibandingkan kondisi September 2020 mengalami kenaikan sebanyak 9,59 ribu jiwa," katanya, Ahad (25/7).

Misfaruddin juga memaparkan garis kemiskinan pada Maret 2021 di Provinsi Riau sebesar Rp565.937 per kapita per bulan. Angka ini meningkat 4,02 persen dari Maret 2020 yang sebesar Rp544.057 per kapita per bulan. Begitu pula bila dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar Rp546.090 per kapita per bulan, mengalami peningkatan sebesar 3,63 persen. "Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin ini terutama disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang berdampak pada kondisi perekonomian yang memburuk," ujarnya. (anf)

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2020-Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebesar 8,59 ribu orang, sedangkan di daerah perdesaan naik sebesar 8,83 ribu orang. "Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 6,12 persen menjadi 6,52 persen. Sementara itu, di perdesaan naik dari 7,29 persen menjadi 7,51persen," katanya.

Sementara itu, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di Provinsi Riau mengalami penurunan pada periode Maret 2020–Maret 2021. P1 menurun dari 1,14 menjadi 1,06 dan P2 menurun dari 0,28 menjadi 0,24. Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan kondisi September 2020, P1 menurun dari 1,32 menjadi 1,06 dan P2 munurun dari 0,43 menjadi 0,24.

Pada periode Maret 2020–Maret 2021, Gini Ratio Provinsi Riau mengalami penurunan, dari 0,329 pada Maret 2020 turun menjadi 0,326 pada Maret 2021. Sedangkan jika dibandingkan dengan September 2020, terjadi sedikit kenaikan, di mana Gini Ratio pada September 2020 adalah sebesar 0,321. "Kendati demikian, Gini Ratio Riau masih dalam kategori ketimpangan rendah," tuturnya.(anf)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

23 jam ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

24 jam ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

3 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

4 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

4 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

4 hari ago