Categories: Pekanbaru

Sejumlah SPBU di Pekanbaru Alami Kekosongan Solar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami kekosongan bahan bakar jenis solar. Seperti di SPBU SM Amin, SPBU Pasar Pagi Arengka, SPBU Arifin Achmad, SPBU Sudirman.

Sementara itu, berdasarka pantaun Riau Pos sekitar pukul 15.00 WIB tampak salah satu SPBU di Jalan Soekarno Hatta antrean kendaraan yang mengisi solar mencapai badan jalan.

"Solar habis, nunggu pasokan, biasanya udah masuk jam segini (jam 15.00 WIB)," kata operator SPBU yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (25/2).

Menanggapi hal tersebut, Section Head Communication & Relation Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Agustiawan mengungkapkan, stok suplai dari Pertamina masih cukup, sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Ia mengakui, kuota tahun 2022 memang berkurang 4 sampai 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dari stok kami masih cukup, tidak ada kendala distribusi, karena kami sesuaikan juga dengan alokasi. Kuota bio solar itu memang dikurangi, barangkali itu mungkin salah satu penyebabnya," jelas Agustiawan.

Ia memaparkan,kekosongan kuota bio solar di sejumlah SPBU bisa jadi karena sedang dalam perjalanan. Namun ia juga mengungkapkan, penyebab tidak cukupnya bio solar  juga dikarenakan perilaku pengguna itu sendiri.

Menurutnya, pemerintah mengurangi kuota bio solar karena menilai subsidi bahan bakar ini kurang tepat sasaran. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya kendaraan-kendaraan tahun tinggi dan tidak termasuk dalam yang berhak menerima bio solar turut mengantre dalam antrean bio solar.

"Kita juga melihat dan memantau, pengguna bio solar itu dikhususkan untuk kendaraan-kendaraan yang layak mendapatkan subsidi, nah yang jadi masalah adalah masyarakat yang tak berhak, dengan kendaraan tahun tinggi ikut mengantre. Mau tidak mau terjadi kurang tepat penggunaan, tidak sesuai sasaran yang diharapkan," paparnya.

Padahal, kata Agustiawan, pemerintah mengurangi kuota karena menilai terjadi pengurangan jumlah masyarakat yang memakai kendaraan tahun rendah, sehingga seharusnya keperluan akan bio solar menurun. Namun pada kenyataannya kendaraan tahun tinggi masih menggunakan bio solar. "Ya tentu ini pasti menyebabkan yang berhak menerima jadi tidak mendapatkan," pungkas­nya.(yls)

Laporan: MUJAWAROH ANNAFI (PEKANBARU)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

13 jam ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

13 jam ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

19 jam ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

19 jam ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

2 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

2 hari ago