Categories: Pekanbaru

Pemko Pekanbaru Diminta Transparan soal Banpres Covid-19

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program pemerintah untuk membantu pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 itu Bantuan presiden (Banpres) dinilai belum berjalan. Hal ini pun menjadi pertanyaan dari para wakil rakyat, khususnya di Pekanbaru. 

Dewan menanyakan apakah Pemko Pekanbaru sudah memperjuangkan dengan berkoordonasi dengan kementerian atau belum, sehingga ketika sudah final maka pendistribusian bantuan dari presiden itu bisa diberikan kepada pelaku usaha yang layak melalui pendataan yang benar.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Roem Diani Dewi SE MM kepada Riaupos.co, Ahad (25/10/2020).

Kata dia, dalam bantuan hibah yang ditujukan kepada pelaku UMKM itu pemerintah harus mengacu kepada sumber data yang kredibel.

"Sumber data ini bukan hanya dari pelaku UMKM dan instansi dinas terkait saja yang mengajukan, ada juga keterlibatan pihak perbankan," terangnya kepada wartawan. 

Politisi Demokrat yang membidangi keuangan dan perekonomian ini, beberapa waktu lalu mengunjungi Kementrian Koperasi dan UMKM RI. Dari kunjungan kerjanya di Jakarta itu, diketahui ada 100 ribu lebih pelaku UMKM yang mengajukan bantuan di Provinsi Riau.

"Datanya sudah diverifikasi dan yang dibantu UMKM terdampak Covid-19 ini hanya 25 ribu orang pelaku usaha," jelasnya.

Soal adanya bantuan pada Gelombang kedua, pihaknya meragukan hal tersebut. Sebab, yang dibantu secara berkala adalah UMKM yang terdata sebanyak 25 ribu orang tersebut.

"Kalau menurut saya, pemerintah akan memberikan dan melanjutkan lagi bantuan kepada data yang sudah ada. Sebab, stimulus yang diberikan sampai berdampak kepada kemajuan ekonomi UMKM," pungkasnya. 

 

UMKM Tambak Ikan Lele Tidak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Sementara itu, beberapa pelaku UMKM di Pekanbaru mengaku kecewa karena tidak mendapatkan bantuan hibah uang tunai sebesar Rp2,4 juta tersebut.

"Padahal saya dan teman sesama UMKM mendaftar di hari dan jam yang sama. Tapi nama saya tidak masuk," ucap Nur Laily, salah satu pelaku UMKM budidaya tambak ikan ini. 

Warga di Kecamatan Tampan ini, sudah melakoni pekerjaan budidaya bibit lele sejak 1 tahun. Dia bercerita, sejak ditetapkan pandemi Covid-19, apapun jenis bantuan pemerintah yang dikucurkan tidak pernah dia dapatkan.

"Usaha saya beginilah mas, bukak tambak ikan bibit lele pakai terpal. Kemarin ada kucuran bantuan dari pemerintah, saya coba nggak masuk. Ini saya ajukan bantuan UMKM juga tidak dapat," ujarnya lagi. 

Namun begitu, dirinya tetap melakoni usaha nya dengan penuh kegigihan. Dan dia juga berharap ada mendapatkan bantuan agar usaha nya tidak gulung tikar dihantam pandemi covid-19 ini.

 

Laporan : Agustiar (Pekanbaru)

Editor: Afiat Ananda

Share
Published by

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

17 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

17 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

22 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

23 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago