PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Layanan panggilan darurat (call center) 112 mengintegrasikan semua jenis panggilan darurat. Mulai dari bencana alam, kecelakaan, dan hal darurat lainnya. Artinya, masyarakat Kota Bertuah cukup kontak sambungan tersebut ketika dalam situasi darurat.
Kota Pekanbaru merupakan kota ke-26 di Indonesia yang sudah merealisasikan layanan ini. ”Dengan kembali disosialisasikan call center ini, kami berharap kepala daerah dan kepala instansi lain dapat memahami bagaimana aplikasi, pedoman dan teknis penerapan layanan 112,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru Raja Hendra Saputra Rabu (24/7).
Hendra menghadiri dan menjadi pembicara pada agenda sosialisasi kebijakan dan implementasi layanan nomor tunggal panggilan darurat call center 112, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI di Pekanbaru, Selasa (23/7).
”Dengan satu nomor panggilan, kejadian darurat apapun yang memerlukan bantuan, seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan sebagainya bisa dihubungi dengan menekan angka 112 yang juga cukup mudah diingat,” paparnya.
Ia menambahkan, bukan hanya melayani kedaruratan manusia, melainkan juga keadaan darurat yang menimpa hewan. ”Layanan ini juga menjadi alat bagi pemko untuk mencatat persentase keadaan darurat, memetakan daerah rawan serta menganalisis kinerja dinas-dinas terkait,” ujarnya.(ilo)
Polres Bengkalis memusnahkan 8,2 kg lebih sabu dan 5.005 pil ekstasi. Hingga Juli 2026, polisi…
Harga TBS sawit mitra plasma Riau naik menjadi Rp3.985,26 per kg untuk periode 29 Juli-4…
Razia pekat di Kuansing mengamankan dua LC dan minuman alkohol. Kafe A yang tak berizin…
Pria di Siak yang kedapatan membawa 8 paket sabu kabur ke semak dan kebun sawit…
Sebanyak 251 kasus DBD tercatat di Kuansing dalam enam bulan 2026. Warga diminta waspada dan…
Riau Pos-HSBL 2026 memasuki series Dumai pada 29 Juli-1 Agustus. Sebanyak 12 tim putra dan…