Categories: Pekanbaru

Masyarakat Mengadu Tentang Karhutla dan Insentif RT RW

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, khususnya Pekanbaru masih melanda. Buktinya pada, Ahad (23/2) dua hektare lahan kosong di Sri Meranti, Rumbai terbakar. Sebelumnya, pada 22 Januari  lahan10 hektare juga terbakar di Rumbai Pesisir. Polisi sudah memasang garis polisi pada, Sabtu (22/2).  Wilayah lain seperti Tenayan Raya, Payung Sekaki, Bukit Raya dan Tampan pun menjadi catatan karlahut.

Dalam pada itu, acara Sumatera Jungle Run yang digelar Polresta Pekanbaru mendatangkan tokoh masyarakat, untuk mengungkapkan permasalahan yang ada di wilayahnya. Menyampaikan kepada pejabat utama seperti Kapolda Riau Irjenpol Agung Setya, Kapolres Pekanbaru Kombespol Nandang Mu’min Wijaya dan polsek jajaran, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi dan segenap pejabat lainnya.

Tokoh masyarakat dari Kelurahan Industri Tenayan, Safari mengatakan, salut dengan Pekanbaru yang digawangi oleh Wali Kota Firdaus dan Wawako Ayat Cahyadi. Dengan visi Kota Pekanbaru sebagai Smart City Madani. Artinya dengan berbagai latar belakang agama masyarakat kota Pekanbaru taat pada aturan dan agama.

"Perkembangan dan kenyamanan luar biasa. Namun, akhir-akhir ini ada yang menggelitik. Pertama, tentang karlahut. Tidak ingin lagi warga Pekanbaru ke Sumatera Barat. 2020 ini tidak ingin lagi," sebutnya yang juga imam Masjid Paripurna di Tenayan.

Safari juga menyampaikan, ada masalah lain seperti PLTU dan PLTG serta masalah perkebunan. Namun perhatian pemilik perkebunan tentang karlahut tidak ada. Harapannya, petinggi yang hadir dapat menyurati pemilik kebun untuk membuat spanduk tentang karlahut di sepanjang aliran sungai.

Sedangkan Asriyanto, Ketua RW di Kelurahan Sidomulyo Barat juga mengatakan, warga menginginkan petugas kepolisian melakukan patroli di sekitaran Arengka dan seputar Jalan Soekarno-Hatta yang rawan kriminalitas di malam hari.

Aduan lainnya yaitu tentang insentif RT RW yang  sempat macet. "Kiranya insentif yang dibayarkan tepat waktu. Terkadang saya ditanya sama ketua RT, bilo Pak turun gaji? Kan bingung saya jawabnya," sebutnya.

Menjawab itu, Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi menjelaskan, sesuai visi menjadikan Pekanbaru Smart City Madani. Melanjutkan dari periode pertama Metropolitan. Di antara bentuk-bentuk kegiatan yang smart city.

"Kami sudah melanjutkan pembangunan sesuai visi dan misi, dan kami mengharapkan masyarakat dapat mendukung program yang kami lakukan bersama Wako Pekanbaru," ujarnya.

Perihal insentif RT/RW Wawako menyebutkan, kalau anggaran sudah masuk tentu segera dibayarkan. "Pasti dibayar. Tetap tanggung jawab pemko," jelasnya.(s)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

2 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

2 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

2 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

2 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

3 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

3 hari ago