Categories: Pekanbaru

Anggaran Pencegahan Karhutla di BPBD Bertambah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menaikkan alokasikan anggaran penanggulan  kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  2020 menjadi Rp1,2 miliar. Besaran anggaran ini mengalami peningkatan sebesar Rp700 juta dari tahun 2019. 

Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger kepada Riau Pos akhir pekan lalu. Dikatakan Edwar, anggaran penanganan Karhutla tahun ini hanya sebesar Rp500 juta. "Tahun depan, kita berikan pagu anggaran penanganan karhutla sekitar Rp1,2 miliar," ungkap Edwar Sanger.

Dijelaskan Edwar, anggaran miliaran rupiah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan Karhutla. Melainkan untuk semua kegiatan yang menyangkut tentang karhutla di antaranya sosialisasi pencegahan kebakaran lahan. Lalu, pembentukan desa tangguh bencana karhutla dan lainnya. "Dengan anggaran itu, kita berupaya semaksimal mungkin melakukan pencegahan karhutla," imbuhnya.

Ditambahkan mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini, bertujuan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat. "Kita berupaya untuk mendapat bantuan dari pusat, seperti selama ini kita dibantu BNPB untuk penanggulangan Karhutla," jelas Kepala BPBD Provinsi Riau.

Selain di BPBD, kata dia, anggaran penanganan dan pencegahan Karhutla juga terdapat di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pempov Riau diantaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Kesehatan (Diskes), Dinas Perkebunan dan lainnya. "Anggaran Karhutla Riau ini tidak hanya di BPBD Riau, , tapi ada di OPD lain. Nanti anggaran itu yang kita kolaborasikan untuk penanganan Karhutla," tuturnya.

Pada tahun ini, Karhutla di Provinsi Riau telah menghanguskan lahan seluas 9.713,80 hektare yang tersebar di 12 kota/kabupaten. Dampak dari kebakaran itu, kabut asap menyelimuti hampir seluruh wilayah hingga proses belajar mengajar diliburkan mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), SMP, SMA dan universitas.

Tak hanya itu saja, Pemprov Riau menetapkan siaga darurat pencemaran udara. Hal ini, kualitas udara hampir seluruh wilayah Bumi Melayu berada dalam kategori level berbahaya dan berada di atas 300 Psi dalam beberapa hari lalu.(rir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

7 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

8 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

8 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

8 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

9 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

9 jam ago