PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru menaja Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Workshop di Dunia Usaha/Swasta, pada Rabu (23/9/2020).
Dalam sambutannya Kepala BNNK Pekanbaru AKBP Sukito mengatakan, kegiatan tetap dijalankan dengan protokol kesehatan. Sebab, tidak tau kapan Covid-19 akan berakhir.
"Nilai positif yang dapat diambil dari Covid-19, para bandar itu lockdown atau pun PSBB. Ini malah bergerilya. Biasanya orang yang melakukan kejahatan berani menyerempet yang bahaya," jelasnya yang didampingi Kasi P2M Fitriani Harahap.
Terbukti, dari hasil penangkapan atau kegiatan lapangan BNN secara kualitas atau kuantitas naik. Dengan begitu, tentunya tidak boleh ketinggalan aksi dari penjahat.
"Sasaran narkoba adalah masyarakat. Sehingga, acara ini perlu melibatkan seluruh elemen. Kejahatan narkoba adalah penyakit masyarakat. Selagi masih ada masyarakat tidak akan hilang. Sehingga, kami mencoba mencegah," ungkapnya.
Laporan: Sofiah (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra
Menaker wajibkan BHR ojol dan kurir dibayar tunai minimal 25 persen, cair paling lambat tujuh…
Living World luncurkan My Living App, program loyalitas digital terintegrasi dengan promo, poin belanja, dan…
Gerakan Rakyat resmi jadi partai politik. Status Anies Baswedan belum diumumkan, fokus kini pada penyelesaian…
Disnaker Kota Pekanbaru tegaskan THR 2026 wajib dibayar penuh sebelum 8 Maret. Perusahaan dilarang mencicil,…
Sekolah di Kepulauan Meranti libur Idulfitri 16–29 Maret 2026. Kegiatan belajar kembali normal pada 30…
Sebanyak 3,4 hektare mangrove di Bengkalis dibabat untuk tambak udang. Warga khawatir abrasi pantai makin…