Categories: Pekanbaru

Pengamat: Pemko Latah, PSBB Berlaku Bantuan Belum TibaÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Pekanbaru telah bergulir. Namun, bantuan pokok untuk masyarakat miskin dan rawan miskin hingga hari ketujuh belum juga tiba.

Hal ini menjadi problematika yang kompleks di tengah larangan aktivitas masyarakat namun belum ada sama sekali realisasi dari wacana bantuan dari Pemko Pekanbaru tersebut.

Pengamat kebijakan publik, Khairul Amri, mengatakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini latah. Artinya, kebijakan yang sudah direalisasikan semestinya sudah matang persiapannya.

"Kebijakan PSBB ini kan kebijakan darurat, kebijakan menyikapi kondisi darurat Covid-19.  Kalau begini seharusnya segala persiapan sudah siap. Mengapa saya bilang latah? Karena sampai saat ini Pemko masih mendata terus, realisasi belum, masyarakat miskin dan rawan miskin butuh bantuan tersebut, setidaknya kebutuhan pokok," kata Khairul, kepada Riaupos.co, Kamis (23/4/2020).

Seharusnya, katanya lagi,  kalau situasi darurat tidak bisa dengan birokrasi yang berbelit. "Kasihan masyarakat," ujarnya.

Dikatakan Khairul, sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru telah berkomitmen soal jumlah masyarakat yang akan dibantu. Namun sampai hari ini realisasi tersebut masih tidak jelas sehingga kepercayaan publik terhadap hal itu juga menurun.

"Harusnya bantuan itu sudah bisa di kucurkan, bisa sembako atau bantuan langsung tunai (BLT). Sekarang bantuan macam hantu, padahal publik sudah berpresepsi jika PSBB pasti sudah siap," kata Dosen Universitas Riau ini.

Disisi lain, soal penutupan sejumlah ruas di ibu kota Riau, Khairul mengapresiasi langkah tersebut. Menurut dia hal ini adalah langkah bagus yang terstrategi dengan baik antara Pemko dan aparat.

"Sedikit banyaknya ini akan memengaruhi mobilitas masyarakat, aturan yang mau lewat 1000 orang, turun jadi 200 misalnya. Karena mereka malas keluar, jalanan ditutup, seperti itu," kata dia.

Namun kebijakan penutupan ruas jalan itu kalau bisa jangan malam saja, namun siang juga. Lantaran penyebaran virus juga tak mengenal waktu.

"Sebenarnya PSBB Pekanbaru ini lucu, tak ada bedanya dengan social distancing biasa, sebab masih banyak aktivitas yang luput di siang hari. Ini jangan cuma didiamkan saja, penerapan harus maksimal," ujarnya.

Namun, lagi-lagi harus kembali pada bantuan yang harus direalisasikan ke masyarakat tersebut. Lantaran jika ditegakkan dengan baik, kebutuhan mereka harus diperhatikan dengan baik pula.

"Kita ingin PSBB optimal sampai implementatifnya begitu, kasihan publik kita sudah mau ramadhan juga, masyarakat miskin dan rawan miskin ini mohon diprioritaskan," ungkap Khairul.

Dia menilai, kebijakan PSBB Pekanbaru tersebut belum maksimal berdasarkan fakta di lapangan. Jadi, menurut dia, PSBB itu harus ada balance antara kepatuhan publik dan optimalisasi pemerintah.

"Ini harus saling mengisi. Di satu sisi publik mematuhi imbauan, sisi lain pemerintah harus tahu diri, berikan mereka bantuan untuk mengisi kebutuhan pokok di rumah," jelasnya.

Dia berharap, Pemko Pekanbaru dapat segera tanggap akan hal ini. "Kita harapkan keseriusan dalam rangka maksimalisasi dan optimalisasi Pemko Pekanbaru, sehingga benar-benar bisa menghentikan persebaran virus corona," katanya mengakhiri.

Laporan: *1/Eka Gusmadi Putra
Editor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

1 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

2 jam ago

Menang 38-23 atas Dharma Loka, SMP ICS Pekanbaru Tantang Al Azhar di Semifinal

SMP ICS Pekanbaru sukses mengamankan tiket semifinal Riau Pos-HSBL 2026 usai menundukkan SMP Dharma Loka…

2 jam ago

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker N95 ke Pengendara

Satlantas Polresta Pekanbaru membagikan 1.300 masker N95 gratis di Jalan Diponegoro guna meminimalisir risiko ISPA…

3 jam ago

Kapolda Riau dan Ustaz Abdul Somad Resmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang

Kapolda Riau Herry Heryawan dan Ustaz Abdul Somad meresmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang untuk pendidikan…

3 jam ago

Wako Agung Tegaskan Dukungan untuk PSPS, Bidik Promosi ke Liga 1

Wako Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan dukungan untuk PSPS dan mengajak suporter menjaga sportivitas demi target…

4 jam ago