Categories: Pekanbaru

PTM, Baru 25 Persen Guru Kemenag Divaksin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menghadapi belajar tatap muka dengan kapasitas kelas 50 persen, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru sedang berupaya mengejar vaksinasi seluruh guru yang berada di bawah naungannya. Dalam prosesnya, upaya ini sedikit melambat.

Seperti dipaparkan Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Drs H Abdul Karim MPd pada Senin (20/9), dari seluruh guru yang berada di bawah naungan Kemenag baik PNS maupun swasta, baru  sekitar 25 persen menerima suntik vaksin Covid-19. Abdul Karim berharap, vaksinasi ini dapat dipercepat untuk menciptakan kenyamanan dalam proses belajar tatap muka di sekolah.

"Sejauh ini informasi yang saya dapatkan baru sekitar 25 persen. Oleh karena itu, ke depan kami berharap pemerintah dapat mempercepat program vaksinasi guru seluruhnya. Sehingga (belajar tatap,red) ini berjalan dengan baik, tenang, sesuai dengan harapan,"sebut Abdul Karim yang ditemui usai penyerahan tanda jasa Lencana Satya Karya bagi PNS di lingkungan Kemenag Kampar pada siang kemarin.

Kendati begitu, proses belajar mengajar tidak terganggu. Pasalnya, penyelenggaraan belajar tatap muka 50 persen yang sudah menyeluruh sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dibawah supervisi langsung Kemenag Kota Pekanbaru dan Tim Satgas, proses belajar-mengajar tatap muka tetap bisa dilaksanakan.

Terpisah, Kasi Madrasah Kemenag Kota Pekanbaru Dr Realis MPd menjelaskan, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag sudah melakukan belajar tatap muka. Total ad 89 Raudhatul Atfal, 33 Madrasah Ibtidaiyah, 36 MTs, 22 Madrasah Aliyah (MA) terus akan diawasi proses belajar tatap muka dengan prokes ketat tersebut. Sementara terkait masih rendahnya angka vaksin, selain karena masih minimnya ketersediaan dosis vaksin, juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor non-teknis.

"Masih rendahnya tingkat vaksinasi guru ini karena ada beberapa faktor, termasuk sejumlah faktor non-teknis juga. Guru kita itu banyak juga yang baru siap melahirkan. Banyak juga yang ada penyakit bawaan yang ketahuan saat screening. Jumlah guru di bawah naungan Kemenag juga lumayan banyak, ada 2.027 guru,"sebut Realis.

Realis juga menyebutkan, Kemenag Kota Pekanbaru yang menaungi ribuan guru di Kota Pekanbaru tetap mendorong para guru untuk melakukan suntik vaksin. Selain ikut menyukses program pemerintah untuk mewujudkan herd immunity, vaksin bagi guru juga sangat penting untuk menghadapi tantangan belajar-mengajar daring di tengah pandemi Covid-19.

Kemenag yang berada di bawah Kementrian Agama RI, menurut Realis, sudah mendapatkan surat sejak 7 September 2021 lalu berkenaan dengan proses belajar-mengajar tatap muka ini. Sejalan dengan SKB tuga mentri dan dari Gubernur Riau lalu Wali Kota Pekanbaru, sekolah bisa kembali tatap muka dengan syarat dan ketentuan ketat.(end)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

9 jam ago

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

11 jam ago

7 Fungsi Vital Steam Line dan Sanitary Valve dalam Industri Modern

Steam Line dan Sanitary Valve berperan penting mengatur aliran uap (untuk pemanasan/sterilisasi) sekaligus menjamin standar…

11 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

11 jam ago

Dari Rp4.700 ke Rp2.700, Harga Kelapa Inhil Anjlok Nyaris 40 Persen

Harga kelapa di Inhil turun hampir 40 persen jadi Rp2.700/kg. Petani terpukul jelang Lebaran dan…

11 jam ago

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam…

11 jam ago