Categories: Pekanbaru

Kapolda Riau Isyaratkan Dua Korporasi Tersangka Baru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tak lama lagi, dua perusahaan bakal menyusul PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) sebagai tersangka korporasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Perusahaan itu disinyalir lalai menjaga area konsensi miliknya dari kebakaran. Kapolda Riau Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo MM mengatakan, pihaknya tengah mengusut kasus karhutla yang melibatkan sejumlah perusahan di Bumi Lancang Kuning. Diakui jenderal bintang dua itu, pihaknya bakal menetapkan lebih dari satu tersangka korporasi yang baru.

"Tersangka korporasi bisa bertambah satu sampai dua perusahaan. Saat ini, saya masih mempelajari permasalahannya," ungkap Widodo usai pelantikan dan sertijab Dir Reskrimsus Polda Riau, Selasa (20/8).

Mengenai nama perusahan tersebut, mantan Wakapolda Jawa Timur (Jatim) belum bersedia menyampaikan. Hal itu, lantaran penanganan perkara masih dalam penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

"Nanti kalau sudah naik ke tahap penyidikan, kami akan lakukan jumpa pers. Ini direncanakan dalam waktu dekat," imbuh mantan Direktur Lantas Polda Kepulauan Riau itu.

Saat ini, ujar Widodo, Polda Riau dan jajaran telah menangani sebanyak 36 perkara karhutla dengan menetapkan 35 tersangka perorangan dan satu korporasi. Perkara itu ditangani oleh 11 Polres/Polresta dan satu perkara oleh Ditreskrimsus Polda Riau. Ditambahkan Widodo, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada Dir Reskrimsus dan kapolres dalam penegakan hukum karhutla tanpa pandang buluh baik tersangka perorangan maupun korporasi.

Terutama di wilayah yang tengah krisis terjadinya karhutla seperti Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil), Siak dan Kepulauan Meranti.

"Kasus karhutla ini menjadi atensi kami. Ini juga merugikan kita semua terutama masalah kualitas kesehatan udara," ujar Widodo.(rir/sol/wir/ayi)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

ICW Temukan Dugaan Potensi Rente Triliunan dalam Proyek 80 Ribu Pikap Kopdes

ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…

9 menit ago

48 Ribu Warga Kota Padang Masih Menganggur, Lapangan Kerja Belum Seimbang

Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…

42 menit ago

Rahasia Lezat Terasi Meranti, Diolah dari Udang Pepai Segar Hasil Tangkapan Nelayan

Terasi khas Desa Ketapang Permai, Kepulauan Meranti, menjadi produk unggulan berbahan udang pepai yang menopang…

59 menit ago

MAN 1 Pekanbaru Libatkan Orang Tua di Matamuda, 810 Wali Murid Hadiri Parenting

MAN 1 Pekanbaru menggelar parenting perdana dalam Matamuda yang diikuti 810 wali murid guna memperkuat…

1 jam ago

Sertifikat Tanah Ulayat Dikebut, Pemprov Riau Gandeng ATR/BPN

Pemprov Riau dan ATR/BPN memperkuat koordinasi percepatan sertifikasi tanah ulayat guna memberi kepastian hukum dan…

2 jam ago

Unri Jadi Percontohan Tanoto Foundation dalam Pengembangan Soft Skills Mahasiswa

Unri menjadi best practice implementasi Student Development Journey Tanoto Foundation berkat digitalisasi Student Journey ASRI…

2 jam ago