herd-immunity-terganjal-stok-vaksin
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 bagi warga Pekanbaru tak berjalan mulus. Target mengejar kekebalan komunal (herd immunity) 70 persen terganjal stok vaksin yang kerap kosong dan tak tersedia. Kendala stok vaksin di Pekanbaru terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Vaksinasi pun sempat tersendat akibat kosongnya stok vaksin di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
"Kecepatan dalam pelayanan ditentu kan oleh pusat, karena pengiriman dilakukan oleh pusat. Vaksin itu dari pusat, yang membeli bukan daerah,” kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Ahad (18/7).
Menurutnya, target vaksin di Kota Pekanbaru saat ini sudah melampaui target secara nasional. Pekanbaru sudah memvaksin 30 persen dari total penduduk.
Wako menargetkan hingga Desember 2021 sebanyak 70 persen atau sekitar 730 ribu penduduk Kota Pekanbaru tuntas divaksin.
Namun hal itu hanya dapat dilakukan jika pe ngiriman pasokan vaksin dari pemerintah pusat berjalan lancar hingga ke Kota Pekanbaru. "Kan kami dapat kuota-kuota. Vaksin ini persoalannya ketersediaan. Ini langsung dari pusat, mudah-mudahan pengiriman vaksin dari pusat dapat lancar,” jelasnya.
Saat ini pemberian vaksin juga diprioritaskan bagi anak rentang usia 12 hingga 17 tahun. Seiring rencana sekolah tatap muka bakal berlangsung pada tahun ajaran baru 2021.
Pekan kemarin Pemko Pekanbaru hanya mendapat kiriman vaksin dari pemerintah pusat sebanyak 5.000 vial. Vaksin ini juga habis untuk pelaksanaan vaksinasi massal.(yls)
SDN 013 Kerinci Timur menampung 1.080 siswa dengan 12 ruang kelas. Proses belajar terpaksa dilakukan…
Pemko Pekanbaru menegaskan kepala sekolah yang menerima siswa titipan saat SPMB dapat dicopot hingga diproses…
Sebanyak 110 jemaah haji asal Kepulauan Meranti tiba dengan selamat. Kepulangan mereka disambut haru oleh…
Hari pertama SPMB SMA-SMK di Inhil berlangsung ramai. Sekolah favorit dipadati calon siswa dan orang…
Suasana duka menyelimuti Bagansiapiapi setelah tiga penumpang ambulans tewas dalam kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai.
Inspektorat Riau mencatat 22 SMA telah mengembalikan kelebihan bayar seragam. Sembilan sekolah lainnya masih belum…