Categories: Pekanbaru

Lahan Kosong Terbakar Buat Panik Warga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar di Jalan Sri Gemilang, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai terbakar, Rabu (17/7) sore. Diduga, lahan terbakar akibat adanya aktivitas warga yang membakar sampah di dekat lokasi lahan kosong.

Kebakaran yang terjadi di dekat salah satu sekolah pendidikan agama Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) tersebut membuat panik warga sekitar. Pasalnya, api dengan cepat membakar semak belukar yang kering di tengah cuaca panas Kota Pekanbaru.

Menurut salah seorang warga sekitar Nova, kobaran api dengan asap yang cukup tebal jelas membuat panik warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

Tak hanya warga sekitar, lahan kosong yang dibakar oleh pemilik lahan itu juga membuat para murid MDTA yang ada di dekat lokasi panik dan berhamburan keluar dari tempat belajar agama tersebut.

Melihat aksi pembakaran lahan kosong tersebut, sejumlah warga mendatangi lokasi dan meminta pemilik lahan untuk memadamkan api karena dikhawatirkan akan semakin merembet ke lahan kosong yang ada disekitarnya.

Apalagi mengingat saat ini Kota Pekanbaru sedang memasuki musim kemarau. Sehingga dikhawatirkan kebakaran lahan kosong akan meluas dan menyebabkan masalah terhadap lingkungan sekitar.

”Kami panik karena apinya cukup besar. Jadi kami datangi pemilik lahan untuk memadamkan api dari sampah yang ia bakar sebelumnya sehingga merembet ke lahan kosong yang ada di sekitarnya. Tapi pemilik lahan merasa tidak bersalah dan tidak mau memadamkan api sehingga kami ambil tindakan sendiri dengan mematikan apinya secara manual,” ucap Nova.

Lanjutnya, mesikpun pihak pemilik lahan tidak merasa bersalah dengan aksinya, namun masyarakat sekitar sangat peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga menegur oknum pembakaran lahan dan tidak segan melaporkan ke pihak terkait.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait lahan di Kecamatan Marpoyan Damai yang dibakar oleh oknum masyarakat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan bahwa Kota Pekanbaru tengah memasuki musim hidrometeorologi yang merupakan bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.

Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas dan meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

”Warga dapat melakukan pengaduan bencana melalui call center BPBD dengan menghubungi 08117651464. Warga dapat melaporkan bencana melalui call center tersebut,” katanya.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

52 Jalur Siap Bertanding di Pacu Jalur Mini Kuansing, Ini Total Hadiahnya

Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…

1 hari ago

Ingin Staycation Saat HUT RI? Hotel Dafam Pekanbaru Punya Promo Menarik

Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Gencar Perbaiki Jalan, DPRD Ingatkan Soal Aspal Cepat Rusak

DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…

1 hari ago

Pacu Jalur 2026 Segera Dimulai, Empat SPBU Kuansing Jadi Prioritas Tambahan BBM

Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…

1 hari ago

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri Raih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…

1 hari ago

Rumah Warga di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan Terbakar, Ini Kondisi Penghuninya

Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…

1 hari ago