Categories: Pekanbaru

Pembangunan Pasar Induk, Arwinda: Jangan Asal Adendum

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)– Pemko Pekanbaru kembali memberikan kesempatan pihak investor pembangunan Pasar Induk, yakni PT Agung Rafa Bonai untuk melanjutkan pemangunan pasar induk. Kesempatan tersebut diberikan dalam bentuk akan dilakukannya adendum kontrak kerja sama.

Merespon keputusan pemko ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Arwinda Gusmalina mengaku dirinya bukannya tidak setuju. Tetapi, dia mengingatkan supaya adendum tidak sekadar adendum. Akan tetapi harus ada komitmen dari investor untuk dapat menyelesaikan pembangunan Pasar Induk secepatnya.

"Kami ingatkan, jangan asal adendum. Pastikan juga ada komitmen dari investor untuk membangun Pasar Induk sesuai dengan harapanbersama," tegas Arwinda kepada wartawan, Kamis (17/3).

Untuk diketahui, PT Agung Rafa Bonai yang memenangkan lelang investasi pada tahun 2016 lalu dengan kontrak Bangun Guna Serah (BGS) bangunan selama 30 tahun. Dan Pasar Induk ini dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare, berada di Jalan Soekarno Hatta, dengan nilai pembangunan di­perkirakan menelan biaya Rp94 miliar.

Dengan segala persoalannya, mulai dari perizinan, dan juga hantaman Covid-19, serta persoalan lainnya yang sampai kini belum clear juga membuat pasar tersebut mangkrak dan terbengkalai. Adendum ini juga bukan yang pertama, akan tetapi lebih dari dua kali diberikan  Pemko, hasilnya masih jauh dari harapan.  

Untuk itu, dari persoalan ini, dikatakan Arwinda, DPRD Pekanbaru sering mendorong Pemko Pekanbaru, untuk mendesak investor menyelesaikan pembangunannya. Karena sudah empat tahun tidak jelas duduk tegaknya.

"Kami sayangkan terbengkalai pembangunannya. Pemko harusnya tegas, meski PT ARB itu investor, tapi jangan terkesan semaunya. Apalagi Pasar Induk ini sudah lama diinginkan masyarakat," tegasnya.

Dikatakan Arwinda lagi, pihaknya tahu, bahwa pembangunan Pasar Induk ini tidak menggunakan APBD, melainkan dana dari investor. Tapi perlu ada ketegasan kepada investor yang berinvestasi.

"Ini kami dukung, dan Pemko pun harus dapat membantu prosesnya supaya semua dapat diwujudkan," tambahnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menyebutkan, sudah ada pertemuan antara investor PT Agung Rafa Bonai dengan Pemko belum lama ini. Kedua pihak bersepakat menyiapkan adendum agar penyelesaian pembangunan pasar tidak keluar dari koridor hukum.

"Kami sekarang sedang mempersiapkan adendum perjanjiannya, agar tidak bertentangan dengan aturan. Investor sudah berkomitmen menyelesaikan ini," sebut Ingot Ahmad.(gus)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

7 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

9 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

11 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

12 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

12 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

12 jam ago