Categories: Pekanbaru

Ceceran Tanah Timbun Kembali Dikeluhkan Masyarakat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Belum selesai masalah ceceran tanah timbun di Jalan Tuanku Tambusai ujung, Kecamatan Binawidya, titik lain ceceran tanah timbun kembali dikeluhkan masyarakat. Kali ini masih di Jalan Tuanku Tambusai, Kecamatan Marpoyan Damai.

Pantauan Riau Pos, Selasa (16/7) tampak ceceran tanah timbun yang mengotori badan jalan menyebabkan debu tebal beterbangan kebadan jalan protokol itu. Belum lagi ceceran tanah yang berserak cukup besar mengancam keselamatan pengendara karena kerap tergilas bas motor dan mobil sehingga membuat jalan menjadi licin.

Tak hanya itu, debu yang beterbangan ke badan jalan juga mulai mengganggu pernafasan masyarakat sekitar, lantaran proses penimbunan tanah di salah satu proyek pembangunan ruko masih dilakukan dan tidak diikuti dengan proses pembersihan badan jalan yang kotor.

Salah seorang pejalan kaki Nur Rahman mengakui kesal karena debu yang diakibatkan dari ceceran tanah timbun ini sudah sangat menganggu kenyamanan masyarakat.

”Ini tumpukan tanah ya semakin banyak, tidak pernah dibersihkan. Belum lagi debu yang dihasilkan juga sudah sangat pekat jadi menganggu mata sama pernafasan, kalau dibiarkan bisa terkena penyakit semua orang yang melintas dikawasan ini,” ucapnya.

Ia berharap adanya tindakan tegas dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan pihak berwajib terhadap ceceran tanah timbunan yang menganggu kenyamanan masyarakat itu.

Lurah Tangkerang Barat Rusmant mengaku pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dilokasi dan mendapati bahwa ceceran tanah timbun itu berasal dari aktifitas penimbunan yang dilakukan di kecamatan lainnya. Bukan di kelurahan Tangkerang Barat kecamatan Marpoyan Damai.

Meksipun begitu pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi dan meminta para pekerja proyek untuk melakukan pembersihan terhadap ceceran tanah timbun yang mengotori kawasannya dan membuat masyarakat tidak nyaman serta terganggu.

”Untuk tanah yang berserakan di Jalan Nangka, dikarenakan adanya pembangunan di wilayah Kelurahan Labuh Baru Timur di samping sekolah Tri Bhakti, armada yang keluar dari proyek pembangunan melewati jalan nangka terus menuju ke arah terminal akap yang menyebabkan ceceran tanah timbun mengotori badan jalan,” sebutnya.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

4 jam ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

5 jam ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

5 jam ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

7 jam ago

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

18 jam ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

18 jam ago