Categories: Pekanbaru

Gagalkan Penyeludupan Sindikat Antarnegara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — POLDA Riau menggagalkan penyeludupan empat ekor singa, satu ekor leopard dan 58 ekor kura-kura indiana star. Tak tanggung-tanggung, harga ketiga jenis satwa dilindungi yang akan diperjualbelikan secara keseluruhan mencapai Rp3,23 miliar. Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyampaikan, pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan sejak lama. 

Sampai akhirnya, polisi menda­pat informasi ada seseorang membawa dan mengangkut anak singa, leopard serta kura-kura indiana star dari luar negeri menuju Indonesia melalui pelabuhan tikus di Dumai. Atas informasi itu, ujar Agung, pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih mendalam. Hasilnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan pengungkapan penyeludupan satwa dilindungi tersebut di Jalan Riau, Pekanbaru, Sabtu (14/12) dini hari. Dalam penangkapan itu, diamankan dua tersangka berinisial Yat dan Is. Lebih lanjut disampaikan Dir Reskrimsus Polda Riau, menurut pengakuan tersangka penyeludupan satwa dilindungi bukan yang pertama, melainkan sudah yang kedua kali dilakukan para tersangka.

"Ini kali kedua. Pertama Oktober lalu, mereka berhasil membawa satu ekor cheetah dari Malaysia menuju Lampung. Untuk tersangka Is merupakan residivis kasus penyeludupan satwa dilindungi," ungkap Andri. 

Sementara Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, leopard, singa dan kura-kura india star merupakan hewan masuk ke dalam Apendik 1. Satwa itu, kata dia, tergolong dilindungi dunia dan terancam punah. " Untuk anak singa, leopard dan kura-kura ini akan dititipkan dan dirawat di Kasang Kulim Zoo di bawah pengawasan kami," jelas Suharyono.

Sedangkan untuk tiga anak orangutan yang ditemukan di Kelurahan Sungai Sibam, sebut Suharyono, akan dievakuasi ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut. 

"Karena di Sumatera, pusat rehabilitasi hanya ada di sana," ujar Suharyono.(ted)

Laporan RIRI RADAM, Pekanbaru
 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…

12 jam ago

304.717 Warga Pekanbaru Nikmati Layanan UHC Gratis Cukup Pakai KTP

Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…

12 jam ago

Pengukuhan Delapan Guru Besar Unri Jadi Momentum Penguatan Riset dan Inovasi

Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…

13 jam ago

Jaga Lingkungan, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Larangan Tebang Pohon

Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…

13 jam ago

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

1 hari ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

1 hari ago