Petugas dari Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Riau saat melakukan patroli siber, Senin (15/4/2024) (SUBDIT V DITRESKRIMUS POLDA RIAU UNTUK RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polda Riau melalui Subdit V Ditreskrimsus Polda Riau mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati penipuan berbasis online. Sebab, peningkatan ekonomi yang terjadi pasca Idulfitri, menjadikan pelaku penipuan semakin masif melakukan aksinya.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Fajri, Senin (15/4). Dikatakan Kompol Fajri, pascalibur Idulfitri pihaknya aktif melaksanakan patroli siber. Hal ini guna menekan dampak negatif dari media sosial. Seperti penipuan.
“Memang pascaidulfitri ini perekonomian masyarakat meningkat. Perputaran uang saat Idulfitri sangat tinggi. Pedagang yang omzetnya bisa berkali-kali lipat. Pegawai yang menerima THR. Nah kondisi ekonomi ini kerap dimanfaatkan para pelaku penipuan untuk melancarkan aksinya,” sebut Kompol Fajri.
Dia menambahkan, para penipu via online saat ini memiliki beberapa metode. Di antaranya scaming (pencurian data akun keuangan), metode pemenang undian, penerima hadiah dari bank dan berbagai modus serupa. Salah satu cara mengantisipasinya ialah dengan tidak menghiraukan berbagai telfon, pesan yang datang dari nomor tidak dikenal.
“Biasanya nanti akan ada yang mengirimkan link. Itu bisa jadi penipuan dengan metode scaming. Kemudian kalau yang via telfon biasanya dia berpura-pura meminta kita memperbarui aplikasi banking, atau meminta nomor OTP aplikasi banking, jangan pernah hiraukan,” sebutnya.
Selain memberikan imbauan, pihaknya terus memantau dunia maya dan menindak tegas para pelaku penyebaran hoaks. Fajri mengatakan hoaks dikhawatirkan dapat memicu polarisasi dan keresahan di tengah masyarakat.
“Kita selalu mengimbau masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan video maupun berita-berita yang belum diyakini kebenarannya,” kata Fajri.
Patroli siber bertujuan untuk mencegah masyarakat menjadi korban dan pelaku kejahatan dunia maya. Fajri meminta agar masyarakat memerhatikan judul informasi yang didapat dari media sosial. Sebab, berita palsu biasanya memiliki judul yang mengejutkan dan provokatif.
“Bagi akun-akun yang terindikasi penipuan, kami akan langsung tindak. Bisa di take down, bahan di lakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku,” pungkas Fajri.(gem)
Laporan AFIAT ANANDA
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…