Categories: Pekanbaru

Nasib Pemulung Merajut Asa dari Mengumpulkan Barang Bekas Hidupi Empat Anak dengan Penghasilan Rp25 Ribu Sehari

PEKANBARU (RIAPOS.CO) — Bagi sejumlah orang, mungkin barang bekas tiada berguna. Tapi lain hal yang dirasakan Meta boru Siahaan, Ibu empat orang anak ini pagi-petang mengais rejeki lewat profesi yang kerap dipandang sebelah mata. Dia menggantungkan nasib menjadi spesialis pemburu kara-kara di Ibu Kota Provinsi Riau.

LUSUH dan kurang bergairah. Begitulah kondisi Meta. Pengumpul barang-barang bekas yang tak terpakai alias kara-kara ini tampak lemas berselimutkan debu jalanan. Pakaiannya yang lusuh dan kusut terlihat semakin tak terurus.

Wajah murung menahan lapar, terpancar dari gaya bicara dan cara berjalan wanita usia kepala empat ini. Kerap kali, dia menundukkan kepalanya sembari meratapi nasib dan peliknya kehidupan.

Meta boru Siahaan adalah salah satu dari sekian banyak spesialis pencari barang-barang bekas di Kota Metropolitan. Biasanya, kebanyakan warga menyebut profesi yang dilakoninya tersebut dengan sebutan pemulung. Bahkan sebagian orang berpandangan bahwa profesi itu merupakan pekerjaan yang hina. "Beginilah cara kita mencari rezeki untuk menghidupi anak-anak Pak," katanya saat dihampiri Riau Pos.

Baginya, pandangan sepele orang terhadap profesinya tersebut bukanlah halangan untuk bertahan hidup dan membina keluarga kecilnya. Ia pun mengaku hanya seorang diri dalam mencari rejeki untuk empat orang anak yang masih bersekolah.

"Saya cari duit sendiri, anak-anak semua pada sekolah. Biaya sekolah dan biaya hidup semakin besar," kata dia, saat ditemui sedang duduk bersilah di pelataran minimarket Jalan Kartama, Kelurahan Maharatu, Pekanbaru.

Namun, secara langsung dirinya enggan menyebutkan alasan kenapa berjuang mencari rejeki seorang diri tersebut. Dia seperti menyimpan rahasia kehidupannya yang pahit. Mita ini merupakan tulang punggung di dalam keluarganya. Dia tampak sangat tertutup dalam menceritakan kehidupan rumah tangga yang serba kekurangan tersebut. Bahkan, untuk alamat rumahnya saja dia enggan membe- ritahu.

Selama berkeliling mengais rejeki dan menggantungkan nasib di ibu kota Provinsi Riau, Meta rupanya tak sendiri. Anak bungsunya yang masih sangat belia-pun ikut menemani kemanapun ibunya tersebut pergi mengais rezeki. Rutenya, yaitu di Jalan Kartama hingga areal Panam, kadang juga hingga ke Jalan Sudirman Pekanbaru. Dia sudah menjalaninya selama bertahun-tahun.

Diusia yang masih 9 tahun, anak perempuanya justru tampak lebih semangat dan optimis menapaki tantangan hidup yang serba keras. Pada dasarnya, Boru Siahaan ingin sekali anaknya menjadi anak yang sukses dan berguna kelak. Diapun selalu berpetuah kepada anak-anaknya agar rajin dan tekun dalam belajar untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.

 "Walau saya begini, saya ingin anak-anak saya jadi orang sukses. Jangan seperti mamaknya ini," ungkapnya pilu.

Selain itu, ada 3 orang anak lagi yang menunggu kepulangan Boru Siahaan di rumah. Dirinya pun bercerita, bahwa biaya sekolah dan kehidupan tak sebanding dengan pendapatannya setiap hari. "Anak saya yang paling besar masih SMP, totalnya ada empat orang. Syukur semua sekolah," kata dia.(*1/ksm/bersambung)

 

Laporan MUSLIM NURDIN, Kota

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago