KOTA (RIAUPOS.CO) — Pembahasan awal dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk rencana pembentukan Bank Wakaf Mikro (BWM). Secara umum, BWM di Indonesia sudah berjumlah 55 unit dengan dana yang disalurkan Rp31,5 miliar.
Rapat membahas pembentukan BWM dilakukan Pemko Pekanbaru bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, Selasa (10/12) kemarin. Direncanakan untuk Kota Pekanbaru BWM terbentuk tahun 2020 mendatang. Ini akan menambah BWM di Riau yang sebelumnya sudah berdiri di Kabupaten Siak dan Rokan Hulu.
Demikian dijelaskan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT didampingi Kepala Bagian Humas Mas Irba Sulaiman."Melihat potensi BWM, kami meminta OJK Riau untuk memandu Pemko Pekanbaru dalam pembentukannya. Kota Pekanbaru memiliki potensi besar jika BWM terbentuk," jelas Firdaus.
Lebih lanjut dikatakannya, Wako akan mengevaluasi Usaha Ekonomi Kecamatan Simpan-Pinjam (UEK-SP). Nantinya UEK-SP akan diganti dengan Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM).
"LKM ini nantinya yang menopang Bank Wakaf Mikro. Pemko juga akan mengkolaborasikannya dengan Masjid Paripurna. Kita yakin ada potensi besar jika itu dikombinasikan. Karena tadi, kita juga meminta Kepala Bappeda Pekanbaru yang juga sebagai Ketua harian menyangkut CSR untuk menyiapkan formulanya," urainya.
Sebelumnya, Presiden Indonesia Joko Widodo menyatakan BWM terus perlu didorong untuk berkembang. Ini bertujuan guna menciptakan ekosistem usaha mikro yang besar."Ekosistem mikro sudah terbentuk, kini tinggal peningkatan kemampuannya meski butuh waktu," kata Presiden.
Dengan ini, sambungnya BWM akan segera bertambah. Selain itu ada pula Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan telah digalakkan sejak 2015."Dari program Mekaar kini sudah punya 5,9 juta nasabah, KUR juga akan terus ditingkatkan," paparnya.
Selain punya potensi yang besar, usaha mikro dan kecil disebut Jokowi juga memiliki kualitas pembiayaan yang baik."Ini tercermin dari minimnya rasio non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah yang berada di bawah 1 persen," tutupnya.(ali)


