PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kondisi Jalan Riau ujung, Kecamatan Payung Sekaki yang bergelombang disertai banyaknya lubang membuat warga resah.
Pasalnya, beberapa hari terakhir lubang yang dibiarkan menganga di jalan tersebut mulai memakan korban, dan mengakibatkan sejumlah pengguna jalan terjatuh.
Pantauan Riau Pos, sebanyak 15 hingga 20 titik lubang dengan panjang yang bervariasi di jalan tersebut dibiarkan usai dilakukan pengerukan oleh dinas terkait. Apalagi, saat musim penghujan seperti saat ini. Puluhan lubang yang terbuka lebar tersebut diperparah dengan dengan adanya digenangi air hujan yang mengakibatkan pengendara roda dua yang melintas sulit untuk menghindar.
Belum lagi, sejumlah mobil bertonase besar yang ikut melintas semakin memperparah lubang yang ada.
Siti salah seorang warga mengatakan, kondisi lubang yang dibiarkan mengangga tepat di depan Universitas Abdurrab tersebut sudah berlangsung selama tiga pekan terakhir.
Awalnya, hanya beberapa lubang saja yang dikeruk menggunakan mesin. Namun, ternyata hampir di sepanjang jalan tersebut dilakukan pengerukan sehingga kondisi jalan semakin tidak rata, dan membuat pengendara yang melintas sering terjatuh.
"Ini jalan sudah sering memakan korban, kemaren mahasiswa di universitas ini yang jatuh karena tidak mengetahui kalau ada lubang galian jalan di sana. Untung saja tidak sampai terlindas oleh mobil bertonase besar,"ucapnya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui instansi terkait dapat sesegera mungkin melakukan pengaspalan kembali di sejumlah lubang yang masih terbuka tersebut.
Pasalnya, selain dapat membahayakan pengendara roda dua yang melintas, air yang tergenang di dalam lubang tersebut juga sering mengotori rumah serta tempat berdagang warga sekitar.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Arzi salah seorang pengendara roda dua yang terlihat berhenti di pinggir Jalan Riau ujung kepada Riau Pos mengatakan, Jalan Riau ujung yang sempit, serta dilintasi mobil bertonase besar sudah sangat membahayakan pengguna jalan.
Apalagi, saat ini semakin diperparah dengan banyaknya lubang yang seakan dibiarkan dengan kedalaman yang berbeda-beda. "Pokoknya jalan ini harus segera diperbaiki jangan sampai terbengkalai seperti ini, apa harus ada korban nyawa yang melayang baru pemerintah menyelesaikan pengaspalan jalan ini,"tegasnya.(ade)
Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

