Categories: Pekanbaru

Pasar Ramadan, Pemko Imbau Pedagang Tidak Jual Takjil Berbahan Berbahaya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengimbau pedagang di Pasar Ramadan agar menjual takjil yang aman dan higienis untuk dikonsumsi.

Disperindag juga mengingatkan agar pedagang tidak memakai bahan berbahaya seperti bahan pengawet untuk tambahan makanan takjil. ”Kami mengimbau para pedagang takjil di Pasar Ramadhan tidak memakai bahan berbahaya untuk makanan,” ujar Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Pekanbaru Hendra Putra, Ahad (10/3).

Hendra menegaskan bahwa bahan tersebut  tidak semestinya dicampur dalam makanan. Pasalnya, bakal berdampak bagi kesehatan manusia. Para pedagang harus memperhatikan dampak penggunaan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual.

Pasalnya, bahan kimia seperti pengawet yang digunakan sembarangan untuk makanan tentu berbahaya bagi kesehatan. Mereka mestinya menghindari penggunaan bahan berbahaya seperti itu.

”Bagi yang kedapatan memakai bahan berbahaya bagi kesehatan tentu akan ditindak nantinya, kami ingatkan agar tidak menggunakan bahan berbahaya di makanan,” tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya selama Ramadan bakal melakukan pengawasan terhadap takjil yang dijual di Pasar Ramadan yang ada di Pekanbaru. Mereka melakukan pengawasan bahan takjil bersama BBPOM Pekanbaru. ”Kita lakukan pengawasan di lapangan bersama BBPOM, di titik Pasar Ramadan,” ujarnya.

Diberitakan Riau Pos sebelumnya, Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander mengatakan, dalam rangka perlindungan konsumen, BBPOM di Pekanbaru akan melakukan intensifikasi pengawasan pangan menjelang dan selama bulan Ramadan yaitu di sarana distribusi pangan seperti di toko, pasar tradisional, supermarket, serta para pembuat dan atau penjual parsel maupun takjil.

Alex Sander mengungkapkan bahwa pihaknya beserta stakeholder terkait akan melakukan pengawasan pangan di pasaran. Apalagi menjelang Ramadan dan pada saat Ramadan permintaan masyarakat terhadap pangan mengalami peningkatan.

”Bersama pemangku kepentingan kami akan melakukan pengawasan dan turun ke lapangan untuk mengawas bahan pangan yang dijual nanti maupun pada saat bulan Ramadan,” ujarnya.

Dengan dilakukannya pengawasan tersebut diharapkan makanan yang akan dikonsumsi kepada masyarakat aman dan sehat untuk dikonsumsi, serta masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman. ”Kita akan mengawal makanan yang beredar, terutama takjil yang dijual pada saat Ramadan nanti, sehingga makanan betul-betul aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.(yls)

Laporan DOFI ISKANDAR, PEKANBARU

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

9 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

11 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

13 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

14 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

14 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

14 jam ago