PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ada hal unik dan menarik yang kini diterapkan sekolah An Namiroh Pusat. Untuk menjaga protokol kesehatan dan keamanan, penjemputan murid pulang dari sekolah dilakukan dengan memakai barcode. Di mana para penjemput memperlihatkan barcode murid bersangkutan yang sudah dikirim sebelumnya ke smartphone wali murid.
Hal ini terlihat saat para orang tua atau wali murid datang ke sekolah menjemput anaknya, Selasa (9/11). Di gerbang sekolah sudah menunggu guru piket yang akan men-scan barcode dari smartphone penjemput murid bersangkutan. Setelah di-scan lalu nama murid akan terhubung ke guru yang berada di dalam kelas. Sehingga kemudian sang murid sudah bisa dilepas ke luar kelas karena sudah ada yang menjemput.
Penggunaan scan barcode murid tersebut mulai diberlakukan pada Senin (8/11). Sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah An Namiroh Iskandar SPd dalam pesan grup WA wali murid. "Penggunaan scan barcode ini dalam rangka meningkat keamanan anak-anak terutama pada saat jam pulang sekolah. Dimohon kerja sama yang baik antara sekolah dan wali murid dalam menciptakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita selama di sekolah," tulis Iskandar dalam WA tersebut.
Pantauan Riau Pos di lapangan, terlihat para wali murid memperlihatkan smartphone mereka untuk di-scan guru piket. Tidak terlihat kerumunan karena scan tidak memerlukan waktu lama. Tidak lama berselang murid pun sudah keluar. Cara ini beda dengan sebelumnya di mana penjemput mencatat nama anak mereka dibuku yang disediakan guru piket. Kemudian dari buku itu, nama murid dipanggil melalui pengeras suara.
"Sistem barcode ini lebih memudahkan pak. Ditambah lagi semua guru di dalam dapat melihat hasil scan. Sehingga memudahkan karena guru bisa langsung memanggil murid bersangkutan," tutur Ustazah Leni yang bertugas piket kepada Riau Pos, Selasa (9/11).
Hal yang sama juga diakui seorang wali murid bernama Rahma. Menurutnya sistem tersebut sangat membantu dalam penjemputan anak di sekolah. Karena mempercepat dan mempermudah memanggil anak yang dijemput. "Selain menjaga prokes, cara ini juga untuk keamanan," tuturnya.(ose)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ada hal unik dan menarik yang kini diterapkan sekolah An Namiroh Pusat. Untuk menjaga protokol kesehatan dan keamanan, penjemputan murid pulang dari sekolah dilakukan dengan memakai barcode. Di mana para penjemput memperlihatkan barcode murid bersangkutan yang sudah dikirim sebelumnya ke smartphone wali murid.
Hal ini terlihat saat para orang tua atau wali murid datang ke sekolah menjemput anaknya, Selasa (9/11). Di gerbang sekolah sudah menunggu guru piket yang akan men-scan barcode dari smartphone penjemput murid bersangkutan. Setelah di-scan lalu nama murid akan terhubung ke guru yang berada di dalam kelas. Sehingga kemudian sang murid sudah bisa dilepas ke luar kelas karena sudah ada yang menjemput.
Penggunaan scan barcode murid tersebut mulai diberlakukan pada Senin (8/11). Sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah An Namiroh Iskandar SPd dalam pesan grup WA wali murid. "Penggunaan scan barcode ini dalam rangka meningkat keamanan anak-anak terutama pada saat jam pulang sekolah. Dimohon kerja sama yang baik antara sekolah dan wali murid dalam menciptakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita selama di sekolah," tulis Iskandar dalam WA tersebut.
Pantauan Riau Pos di lapangan, terlihat para wali murid memperlihatkan smartphone mereka untuk di-scan guru piket. Tidak terlihat kerumunan karena scan tidak memerlukan waktu lama. Tidak lama berselang murid pun sudah keluar. Cara ini beda dengan sebelumnya di mana penjemput mencatat nama anak mereka dibuku yang disediakan guru piket. Kemudian dari buku itu, nama murid dipanggil melalui pengeras suara.
"Sistem barcode ini lebih memudahkan pak. Ditambah lagi semua guru di dalam dapat melihat hasil scan. Sehingga memudahkan karena guru bisa langsung memanggil murid bersangkutan," tutur Ustazah Leni yang bertugas piket kepada Riau Pos, Selasa (9/11).
Hal yang sama juga diakui seorang wali murid bernama Rahma. Menurutnya sistem tersebut sangat membantu dalam penjemputan anak di sekolah. Karena mempercepat dan mempermudah memanggil anak yang dijemput. "Selain menjaga prokes, cara ini juga untuk keamanan," tuturnya.(ose)