Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru semakin pekat pada Rabu (9/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terbatas, bahkan sejumlah gedung pencakar langit di Jalan Jenderal Sudirman nyaris tak terlihat.

Pantauan Riau Pos, kabut putih terlihat menutupi kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi asap dirasakan masyarakat sejak sekitar pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Selain mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki merasakan udara yang tidak sehat.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara Kota Pekanbaru berada dalam kategori Tidak Sehat. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat sekitar 105,4 hingga 112,8 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB.

Kondisi tersebut masih bertahan hingga pukul 08.00 WIB. Saat itu, konsentrasi PM2.5 tercatat 112,8 µg/m³ dan kualitas udara tetap berada dalam kategori Tidak Sehat.

Baca Juga:  68 Rumah Layak Huni Dibangun Triwulan Ketiga

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan pengamatan vis di Stasiun Meteorologi (Stamet), kondisi asap masih terlihat dengan jarak pandang berkisar 2,5-3 kilometer.

“Memang kondisi asap di Pekanbaru hari ini mulai pekat dengan jarak pandang berkisar antara 2.5-3 km saja,” katanya.

Menurut Ranti, kondisi tersebut berkaitan dengan masih tingginya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Pulau Sumatera. Angin yang berembus kencang ke arah Kota Pekanbaru turut menyebabkan kualitas udara memburuk dan kabut asap semakin pekat.

Perubahan kualitas udara juga masih terjadi akibat tiupan angin yang cukup kencang di wilayah Pekanbaru. Kondisi ini menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Baca Juga:  Start–Finish di Halaman Kantor Gubernur, Gowes Merdeka 2025 Siap Digelar

Ranti mengungkapkan jumlah titik panas atau hotspot di Riau juga meningkat. Dari sebelumnya sekitar 117 titik, kini tercatat mencapai 150 hotspot. Sementara itu, jumlah hotspot di Pulau Sumatera secara keseluruhan mencapai 1.607 titik.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak, yakni 1.038 titik. Berikutnya Riau 150 titik, Jambi 135 titik, Bangka Belitung 85 titik, Lampung 73 titik, Kepulauan Riau 57 titik, Sumatera Barat 40 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Bengkulu 6 titik.

Untuk wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 66 titik. Selanjutnya Bengkalis 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, Dumai 10 titik, Siak 9 titik, Pelalawan 8 titik, Kuantan Singingi 7 titik, Kampar 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing 1 titik.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru semakin pekat pada Rabu (9/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terbatas, bahkan sejumlah gedung pencakar langit di Jalan Jenderal Sudirman nyaris tak terlihat.

Pantauan Riau Pos, kabut putih terlihat menutupi kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi asap dirasakan masyarakat sejak sekitar pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Selain mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki merasakan udara yang tidak sehat.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara Kota Pekanbaru berada dalam kategori Tidak Sehat. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat sekitar 105,4 hingga 112,8 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB.

Kondisi tersebut masih bertahan hingga pukul 08.00 WIB. Saat itu, konsentrasi PM2.5 tercatat 112,8 µg/m³ dan kualitas udara tetap berada dalam kategori Tidak Sehat.

- Advertisement -
Baca Juga:  HPT Rohil Berhasil Kumpulkan 150 Kantong Darah di Aksi Donor Darah

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan pengamatan vis di Stasiun Meteorologi (Stamet), kondisi asap masih terlihat dengan jarak pandang berkisar 2,5-3 kilometer.

“Memang kondisi asap di Pekanbaru hari ini mulai pekat dengan jarak pandang berkisar antara 2.5-3 km saja,” katanya.

- Advertisement -

Menurut Ranti, kondisi tersebut berkaitan dengan masih tingginya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Pulau Sumatera. Angin yang berembus kencang ke arah Kota Pekanbaru turut menyebabkan kualitas udara memburuk dan kabut asap semakin pekat.

Perubahan kualitas udara juga masih terjadi akibat tiupan angin yang cukup kencang di wilayah Pekanbaru. Kondisi ini menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Baca Juga:  Dekan Ingatkan Jauhi Tiga Dosa Besar PKKMB FISIP Unri

Ranti mengungkapkan jumlah titik panas atau hotspot di Riau juga meningkat. Dari sebelumnya sekitar 117 titik, kini tercatat mencapai 150 hotspot. Sementara itu, jumlah hotspot di Pulau Sumatera secara keseluruhan mencapai 1.607 titik.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak, yakni 1.038 titik. Berikutnya Riau 150 titik, Jambi 135 titik, Bangka Belitung 85 titik, Lampung 73 titik, Kepulauan Riau 57 titik, Sumatera Barat 40 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Bengkulu 6 titik.

Untuk wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 66 titik. Selanjutnya Bengkalis 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, Dumai 10 titik, Siak 9 titik, Pelalawan 8 titik, Kuantan Singingi 7 titik, Kampar 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing 1 titik.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru semakin pekat pada Rabu (9/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terbatas, bahkan sejumlah gedung pencakar langit di Jalan Jenderal Sudirman nyaris tak terlihat.

Pantauan Riau Pos, kabut putih terlihat menutupi kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi asap dirasakan masyarakat sejak sekitar pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Selain mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki merasakan udara yang tidak sehat.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara Kota Pekanbaru berada dalam kategori Tidak Sehat. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat sekitar 105,4 hingga 112,8 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB.

Kondisi tersebut masih bertahan hingga pukul 08.00 WIB. Saat itu, konsentrasi PM2.5 tercatat 112,8 µg/m³ dan kualitas udara tetap berada dalam kategori Tidak Sehat.

Baca Juga:  Maling Kabel Grounding Beraksi di Siang Bolong

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan pengamatan vis di Stasiun Meteorologi (Stamet), kondisi asap masih terlihat dengan jarak pandang berkisar 2,5-3 kilometer.

“Memang kondisi asap di Pekanbaru hari ini mulai pekat dengan jarak pandang berkisar antara 2.5-3 km saja,” katanya.

Menurut Ranti, kondisi tersebut berkaitan dengan masih tingginya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Pulau Sumatera. Angin yang berembus kencang ke arah Kota Pekanbaru turut menyebabkan kualitas udara memburuk dan kabut asap semakin pekat.

Perubahan kualitas udara juga masih terjadi akibat tiupan angin yang cukup kencang di wilayah Pekanbaru. Kondisi ini menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Baca Juga:  Eks Pejabat Pekanbaru Bacakan Pleidoi, Akui Menyesal di Kasus Korupsi APBD

Ranti mengungkapkan jumlah titik panas atau hotspot di Riau juga meningkat. Dari sebelumnya sekitar 117 titik, kini tercatat mencapai 150 hotspot. Sementara itu, jumlah hotspot di Pulau Sumatera secara keseluruhan mencapai 1.607 titik.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak, yakni 1.038 titik. Berikutnya Riau 150 titik, Jambi 135 titik, Bangka Belitung 85 titik, Lampung 73 titik, Kepulauan Riau 57 titik, Sumatera Barat 40 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, dan Bengkulu 6 titik.

Untuk wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 66 titik. Selanjutnya Bengkalis 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, Dumai 10 titik, Siak 9 titik, Pelalawan 8 titik, Kuantan Singingi 7 titik, Kampar 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing 1 titik.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari