Birokrasi Harus Lebih Produktif dan Inovatif
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Politik, birokrasi dan perubahan sosial, menjadi hal yang sangat berkaitan, karena proses politik yang berhasil akan menentukan pilihan pemimpin yang baik, yang diharapkan mampu menjalankan birokrasi, sehingga mampu mendorong perubahan tatanan sosial yang lebih maju.
Hal tersebut dikatakan mantan Menpan RB, Dr Asman Abnur SE MSi dalam sebuah seminar yang ditaja Unri, Kamis (7/11).
Menurut mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tersebut, ada beberapa persoalan yang mengganggu dalam proses reformasi sistem politik dan birokrasi ini. Di antaranya tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, berintegritas, mengutamakan dan merangkul kepentingan masyarakat, dan mampu menjalankan strategi yang tepat.
"Hal lain yang dapat mengganggu reformasi sistem politik dan birokrasi ini seperti birokrasi yang enggan berubah dan lebih menyukai zona nyaman, kapasitas dan kualitas yang terbatas sehingga menyulitkan pemimpin untuk melakukan perubahan dalam rangka mewujudkan visi dan misinya," papar Asman.
Untuk mewujudkan pemerintahan yang dinamis, lanjut Asman, pemerintahan harus dapat melakukan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan global, lebih lincah, produktif dan inovatif agar lebih kompetitif.(dof)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.