Categories: Pekanbaru

Pembangunan Polsek Perlu Uji Kelayakan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Pekanbaru memiliki 12 kecamatan yaitu, Kecamatan Marpoyan Damai, Tampan, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Rumbai, Rumbai Pesisir, Sail, Tenayan Raya, Limapuluh, Senapelan, Sukajadi dan Bukit Raya. Dari 2 kecamatan yang ada, dua lainnya belum memiliki kantor polisi yaitu Kecamatan Sail dan Marpoyan Damai.

Dengan demikian, Kecamatan Sail masih bergabung dengan Polsek Limapuluh. Sementara Kecamatan Marpoyan Damai yang memiliki kantor subsektor masih bergabung dengan Polsek Bukit Raya.

Selain itu, tercatat kecamatan yang telah memiliki kantor polisi, di antaranya Kecamatan Tenayan Raya, Bukit Raya, Limapuluh, Rumbai Pesisir, Rumbai, Pekanbaru Kota, Sukajadi, Payung Sekaki, dan Tampan. Sedangkan Kacamatan Senapelan memiliki dua kantor polisi, yaitu, Polsek Senapelan dan Polsubsektor Sektor Pelabuhan.

Beredar isu akan dibangunnya Polsek Marpoyan Damai, Riau Pos mencoba mengkonfirmasi Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu’min Wijaya. "Iya di Jalan Majalengka. Kalau sudah ada kejelasan kapannya akan kita sampaikan," singkatnya.

Disinggung pembangunan Polsek di Kecamatan Sail, Kapolres menjawab singkat, "belum.

Dengan adanya info tersebut, Pengamat Kriminolog UIR Syahrul Akmal kepada Riau Pos mengatakan, jika akan dilakukan pengembangan pembangunan Polsek memang seharusnya begitu. Sebab itu kan sipil.

"Yang lebih urgent bukan polsek nya yang dibangun namun menambah personil Bhabinkamtibmas nya. Sehingga di satu kelurahan tidak hanya satu personil, jika bisa di setiap RW ada personil Bhabinkamtibmas," ungkapnya.

Namun demikian, dengan dibangunnya Polsek itu lebih memperdekat jarak. "Mudah-mudahan hadirnya Polsek akan terjalin kemitraan yang baik dengan polisi.  Asalkan Polsek tidak digunakan oleh oknum tertentu. Untuk membuat masyarakat tidak mau bekerjasama," tegasnya.

Masih kata Akmal, sudah seharusnya kepolisian memang harus mengisi situasi dan kondisi di daerah transisi. Artinya, di daerah tersebut terdapat ketidakteraturan masyarakat antara tempatan dan pendatang.

"Polisi harus berada di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya membangun, namun mental para polisi yang di BKO kan di sana betul-betul menjadi mitra masyarakat dan harus memiliki integritas untuk mendampingin, mengayomi, dan melindungi masyarakat," urainya.

Ia mempertegas, jika tempat atau wilayah belum dibangun kantor polisi karena keterbatasan maka Bhabinkamtibmas nya lah yang harus ditambah karena tidak seimbang antara jumlah personil dan masyarakat setempat sehingga kemitraan sering terlambat.

"Melihat statistik kriminal kita itu empat banding satu. Dari empat peristiwa hanya satu yang melaporkan. Lebihnya memilij tidak melaporkan melihat jarak, keterbatasan alat bukti, lambatnya pengungkapan, polisi salah tangkap, dan lainnya," ujarnya.(s)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

2 hari ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

2 hari ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

4 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

5 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

5 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

5 hari ago