Categories: Pekanbaru

Mudik, Organisasi Angkutan Darat Tunggu Ketentuan Pemda

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Mudik lebaran Idul Fitri 1442 H dibayangi larangan dari pemerintah. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Pekanbaru memilih menunggu ketentuan yang akan dikeluarkan pemerintah daerah (pemda).

Larangan ini sendiri masih belum jelas. Setidaknya itu yang diungkapkan Ketua Organda Kota Pekanbaru Syaiful Alam, Selasa (6/4). "Sekarang sudah ada surat edaran dari Menhub. Bahwa mudik boleh, cuma prokesnya dijaga,’’ kata dia.

Dia mengulas, sebelumnya Menhub membolehkan mudik dilakukan. Namun kemudian oleh Menteri Kesehatan dilarang. "Sekarang keluar lagi dari Menhub ketentuan menjaga protokol kesehatan. Harus ada rapid antigen kayak naik pesawat. Mudah-mudahan kalau itu diterapkan kami oke saja,’’ tuturnya.

Pihaknya, kata Syaiful memahami bahwa saat ini kesehatan menjadi pertimbangan utama. Karena itu pula, pihaknya masih menunggu aturan final di tingkat daerah. "Belum (final, red). Kami tunggu kebijakan Pemda. Karena pengawasannya dilakukan oleh Pemda di setiap pintu keluar,’’ imbuhnya.

Di lain sisi, pihaknya akan sangat menyayangkan jika ternyata mudik benar-benar dilarang. Karena setahun terakhir perusahaan angkutan darat sudah babak belur. "Kami sayangkan (kalau dilarang, red). Kami tahun 2020 sudah setengah mati. Yang kami harapkan angkutan mudik," ungkapnya.

Saat ini saja angkutan umum darat sudah beroperasi dengan terbatas. "Perusahaan angkutan sudah collapse semua, sudah banyak. Kemarin ada 125 perusahaan, sekarang tinggal 60-an perusahaan. Kami tunggu ketentuan Pemda," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Yuliarso membenarkan adanya edaran tersebut. "Edaran terkait prokes. Kami sedang pelajari," paparnya.

Sebelumnya, Koordinator Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Ingot Ahmad Hutasuhut, Senin (5/4) mengatakan, untuk tingkat daerah belum ada pembahasan larangan mudik. "Nanti akan diatur lebih lanjut oleh kepala daerah. Belum kami bahas, kan nanti untuk Idul Fitri," kata dia.

Tapi yang jelas, kata dia, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini melakukan upaya pencegahan agar tidak ada lagi ledakan kasus Covid-19. "Ini kan masa pandemi belum berakhir. Pemerintah telah melakukan upaya-upaya. Di samping menangani yang terpapar. Yang terpenting hari ini mengurangi penyebaran Covid-19," jelasnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Belasan Pasien Terlantar di RSUD Bengkalis, Jadwal JKN Tak Sinkron

Belasan pasien gagal berobat di RSUD Bengkalis karena poli tutup saat libur nasional, meski aplikasi…

5 jam ago

ASN Pekanbaru Mulai WFH, Skema Kerja Diserahkan ke Masing-masing OPD

Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…

2 hari ago

Driver Ojol di Siak Dirampok dan Disabet Sajam, Dua Pelaku Ditangkap

Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…

2 hari ago

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Rohul Beri Bantuan dan Harapan Baru

Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…

2 hari ago

Server Gangguan, Layanan KTP-el di Pekanbaru Lumpuh Sementara

Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…

3 hari ago

Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kecelakaan, Korban Luka Serius

Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…

3 hari ago