Categories: Pekanbaru

Penanggulangan AIDS Tanggung Jawab Bersama

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Temuan kasus HIV dan AIDS yang ditemukan saat ini patut menjadi perhatian bersama termasuk di Kota Pekanbaru. Untuk itu juga menjadi tanggung jawab bersama melakukan upaya penanggulangannya.

”Salah satu upaya yang strategis dilakukan adalah dengan melakukan konsolidasi pemangku kepentingan yang berperan serta dalam upaya penanggulangan AIDS di Kota Pekanbaru,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Sabtu (3/8).

Salah satu upaya konsolidasi tersebut, KPA Kota Pekanbaru bersama kelompok masyarakat peduli AIDS yang selama ini melaksanakan upaya penanggulangan AIDS di Kota Pekanbaru, menggelar rapat koordinasi dan dipimpin langsung Ketua Pelaksana KPA Kota Pekanbaru, Jumat, 2 Agustus 2023 di Kantor Dinas Kesehatan Komplek Perkantoran Tenayan Raya.

”Melalui rapat koordinasi itu diharapkan ada konsolidasi para pihak dan dibahas pencapaian program yang sudah dilakukan selama ini. Selain itu juga dihimpun masukan dan saran yang patut untuk ditindaklanjuti dalam upaya meningkatkan upaya penanggulangan AIDS di Kota Pekanbaru. Dalam rapat ini dibahas juga penyelesaian kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan penanggulangan AIDS,” sambungnya.

Penanggulangan AIDS di Kota Pekanbaru menurut Ingot menjadi serius untuk diupayakan dengan dukungan berbagai pihak. Salah satu pihak yang diharapkan peran sertanya adalah dunia usaha. Disamping temuan kasus masih ditemukan termasuk pada sektor dunia usaha/swasta, HIV/AIDS juga termasuk salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepala daerah.

”Artinya menjadi salah satu kewajiban daerah dan ukuran keberhasilan daerah serta menjadi penilaian dalam pelaksanaan pembangunan. KPA Kota Pekanbaru sesuai tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya akan bertindak sebagai atau konduktor dalam upaya penanggulangan AIDS,” terangnya.

Dikatakan dia, peran serta parapihak atau stakeholder termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh lainnya sangat diperlukan. Salah satu stakeholder yang punya peran besar dalam upaya penanggulangan AIDS adalah ulama dan tokoh agama.

”Ke depan keterlibatan organisasi keagamaan seperti MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) akan diintensifkan,” ujarnya.(ilo)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

11 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

11 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

1 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

1 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

2 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

3 hari ago