Jelang Idulfitri, para pedagang mulai memajangkan berbagai jenis kue kering di depan Sukaramai Trade Center, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Selasa (2/4/2024). (DEFIZAL / Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beberapa hari jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, perajin kue kering di Kota Pekanbaru mulai kebanjiran pesanan.
Seperti diungkapkan oleh salah seorang pengusaha kue kering Yuli Tri Wahyuni, warga Jalan Pemuda, Kecamatan Tenayan Raya, Selasa(2/4). Menurutnya, pemesanan kue di tahun ini jauh lebih meningkat dari tahun sebelumnya, hal ini lantaran banyaknya masyarakat yang memilih membeli kue jadi dibandingkan membuat sendiri.
Bahkan menurut Wahyuni, ia mulai kebanjiran permintaan kue kering sejak awal bulan Ramadan. Di mana terdapat 11 jenis varian kue kering yang ditawarkan, di antaranya putri salju, kue retak, konfek, chocochip, nastar, nutella dan lain sebagainya.
Pertoplesnya, Wahyuni membandrol dengan harga Rp70 ribu hingga Rp95 ribu tergantung campuran bahan kue. “Alhamdulillah bisa mencapai 50 toples per hari,” ujarnya.
Dibandingkan tahun lalu, pesanan kue pada tahun 2024 ini meningkat hampir 50 persen, lantaran saat ini harga kebutuhan pokok yang cukup tinggi membuat masyarakat lebih memilih membeli kue kering jadi untuk disajikan saat hari raya Idulfitri.
“Memang modalnya cukup besar, karena sekarang bahan perluan pokok pada naik. Tapi demi menjaga pelanggan saya tidak menaikkan harga dan tetap mempertahankan kualitasnya,” katanya
Wahyuni biasa memasarkan kue kering di media sosialnya sehingga dengan tampilan yang lebih menarik membuat banyak masyarakat mulai tertarik dan memesan kue kering untuk hari raya Idulfitri.
Tak hanya dari Kota Pekanbaru, pemesan yang diterima oleh Wahyuni juga berasal dari sejumlah kota di Provinsi Riau, di mana baru-baru ini ia menyelesaikan pesanan kue kering dari Kandis hingga Siak. Wahyuni berharap tiap tahun terus meningkat penjualan kue kering.
“Semoga saja tahun ini penjualan kue kering akan semakin meningkat lagi, dan harga keperluan pokok juga bisa turun, sehingga pedagang kecil seperti saya bisa memperoleh keuntungan yang sesuai,” tuturnya.(ayi)
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…
SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…
Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…