Categories: Pekanbaru

Minim PJU, Rumbai Rawan Tindakan Kriminal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — AKIBAT minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kecamatan Rumbai, berpotensi menimbulkan tindak kriminal, khususnya bagi para pengendara motor yang melintas di jalan tersebut. Seperti yang berada di Jalan Yos Sudarso, Jembatan Legthon 1 dan Muara Fajar tak kunjung dibenahi, terlebih jalanan ini sepi saat malam hari.

Dari pantauan Riau Pos, saat melintas dimalam hari di Jembatan Leighton I tidak satupun ada penerangan jalan. Kondisi di atas jembatan gelap gulita, hanya sorotan lampu kendaraan saja yang melintas dan membuat alur jembatan terlihat.

Meli, salah seorang warga mengaku khawatir jika melintas malam hari di atas Jembatan Leighton I. Apalagi kondisi di atas jembatan gelar dan jika tidak ada mobil maupun motor yang lewat, tentu kondisi jembatan benar-benar gelar gulita.

"Ya, takut lah. Apalagi kalau malam hari, rasanya ada yang mendorong atau ada orang yang mengikuti dari belang," ucapnya.

Selain itu, saat malam hari kondisi jalan yang sepi cukup menyeramkan bagi pengendara kendaran bermotor yang melintas di sana. Kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan, bisa memicu terjadinya tindak kriminal seperti jambret dan begal. Selain itu kondisi jalan yang bergelombang serta gelap bisa menyebabkan mengemudi mengalami kecelakaan.

Diharapkan kepada pemerintah, sebagai pihak yang memiliki kewajiban membenahi fasilitas umum, bisa memperbaiki penerangan Jalan Yos Sudarso maupun Muara Fajar. Jika pemerintah dapat membenahi penerangan jalan di Jalan Yos Sudarso ini, tentunya masyarakat yang melintas akan menjadi nyaman.

Menanggapi hal itu, Camat Rumbai, Femi Herliza mengakui saat ini, di wilayahnya (Kecamatan Rumbai) masih minimnya lampu PJU di sejumlah tempat. "Ya, yang jelas kami selaku pemerintah di kecamatan selalu mencoba memfasilitasi dan mengkoordinir permintaan masyarakat. Selain lewat musrembang, kami juga berkoordinasi dengan PLN," ujarnya kepada Riau Pos, Sabtu (29/2).

Lanjutnya, PLN sendirikan punya petunjuk teknis khusus. "Jadi kalau kami minta di arah Muara Fajar, induknya terlalu jauh dan mereka tidak bisa. Jadi memang perlu proses dan perlu usulan yang betul-betul pas," sebutnya.

"Kami dari Pemerintah Kecamatan Rumbai selalu mengakomodir permintaan masyarakat.  Tentu kami hanya mengusulkan. Terkait terealisasi atau tidaknya, kami serahkan kepada pemerintah yang lebih tinggi," terangnya.(ksm)

 

Laporan: DOFI ISKANDAR

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

3 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago