Categories: Pekanbaru

PLN Ingin Percepat Sertifikasi Aset Tanah, BPN Siap Bantu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka percepatan sertifikasi aset tanah, PLN UIKSBU menggelar Focus Group Discussion (FGD), yang melibatkan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Riau, Senin (29/11/2021).

Kegiatan ini mengundang perwakilan Kantor Pertanahan (Kantah) BPN di tiga kabupaten dan kota. Ketiga Kantah ini adalah Kantah BPN Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, serta Kota Dumai.

General Manager PLN UIKSBU, Purnomo membuka secara langsung giat ini. Hadir juga Senior Manager Komunikasi, Keuangan dan Umum, Dadang Hardiana, Manager PLN UPDK Pekanbaru, Yuskar Radianto, serta Tim Percepatan Sertifikasi Aset dan Properti.

PLN UIKSBU berharap dari FGD ini, menemukan solusi mengenai persoalan yang dihadapi dalam rangka sertifikasi aset tanah yang dimiliki PLN UIKSBU, khususnya yang berada di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Riau.

Dihadapan pejabat Kanwil dan Kantah BPN, Tim Percepatan Sertifikasi Aset dan Properti PLN UIK SBU memaparkan progres sertifikasi aset tanah PLN UIK SBU yang berada di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Riau.

’’Sampai saat ini, aset tanah PLN UIK SBU yang sudah tersertifikasi di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Riau sebanyak 53,57 persen”, ungkap Muji Suparyanto mewakili Tim Percepatan Sertifikasi Aset dan Properti dalam rilis yang diterima, Selasa (30/11).

Tim juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam proses sertifikasi ini meliputi Surat Pelepasan Hak yang hanya tersisa foto copy, hingga tanah yang sudah dibebaskan pada masanya namun tidak diberi patok.

Menanggapi hal itu, Kakanwil BPN Provinsi Riau, M Syahrir menyatakan BPN akan membantu percepatan sertifikasi aset tanah yang sudah clear and clean.

"Kami akan membantu mempercepat pada tanah yang jelas kepemilikannya, sudah dipagar/dipatok, penguasaannya jelas,” ungkapnya.

Kakanwil menilai permasalahan PLN ini adalah permasalahan yang umum. "Sudah sering terjadi tanah dibebaskan namun tidak disertifikasi setelah puluhan tahun. Hal ini tidak hanya terjadi di BUMN, bahkan tanah milik TNI juga demikian, "tutur Syahrir.

Dia juga menegaskan, ada surat pelepasan hak atau surat ganti rugi yang hilang, PLN bisa membuat surat kehilangan di kepolisian. "PLN perlu mencari ahli waris, tokoh, atau tetua daerah setempat yang merupakan saksi sejarah pembebasan lahan,” jelas Syahrir memberikan solusi.

Menutup kegiatan ini, PLN UIKSBU memberikan plakat tanda kerjasama antara PLN dengan BPN di lingkungan Provinsi Riau. BPN turut menyerahkan 6 sertifikat tanah yang sudah selesai disertifikasi di wilayah Kabupaten Kampar.(gus)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

17 jam ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

18 jam ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

3 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

4 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

4 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

4 hari ago