Categories: Pekanbaru

Alokasi Vaksin Rabies TurunÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Alokasi vaksin rabies bagi Provinsi Riau tahun ini turun dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana sebelumnya Riau mendapatkan kuota sebanyak 75 ribu dosis, namun tahun ini turun menjadi 12.500 dosis.

Kasi Kelembagaan Sumber Daya Keswan dan Pengawasan Obat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau drh Revalita Budhiani mengatakan, meski tahun ini kuotanya terbatas, namun pelaksanaan vaksinasi rabies di Riau terus digalakkan. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan layanan gratis vaksinasi rabies ini. Sebab saat ini vaksin masih tersedia. Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasinya bisa datang langsung ke UPT DPKH Provinsi,"katanya.

Selain itu, lanjut Reva vaksinasi rabies untuk hewan-hewan peliharaan berupa anjing dan kucing bisa melakukan vaksinasi di daerahnya masing-masing tanpa harus membawanya ke Pekanbaru. 

"Secara serentak pada September ini dilaksanakan vaksinasi massal,"katanya.

Pihaknya mengakui, sejauh ini kesadaran masyarakat terkait penyakit rabies ini masih kurang. Sehingga dibutuhkan pemahaman dan sosialisasi akan bahaya penyakit rabies. 

"Kesadaran masih kurang, menganggap vaksinasi ini bukan yang prioritas untuk diperhatikan. Kami harap masyarakat kita bisa mengerti bagaimana memelihara hewan yang baik sehingga terhindar dari penularan penyakit rabies,"katanya.  

Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan warga Riau yang memelihara hewan seperti anjing dan kucing agar menjaga kesehatan dan kebersihannya. Sebab dua hewan ini berpotensi tertular virus rabies yang bisa membahayakan bagi manusia.

"Pencegahan harus kita lakukan, dengan cara memelihara hewan dengan baik, dengan membiasakan hidup sehat, baik orang yang memelihara maupun hewan yang dipelihara,"ujarnya.

Reva menegaskan, penyakit rabies harus dicegah penularannya. Sebab penyakit ini menjadi penyakit mematikan kedua setelah HIV Aids. Bahkan menurut Reva hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit rabies.

"Penyakit rabies merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, disebabkan karena virus. Kami mengingatkan kembali, bahwa rabies menjadi penyakit nomor dua mematikan setelah Aids. Manusia atau hewan yang terkena rabies, itu perlahan akan mati, dan sampai sekarang belum ada obatnya,"ujarnya.(sol)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

3 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago