Categories: Pekanbaru

Tindakan Medis Tunggu Persetujuan Keluarga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) dan RSUD Arifin Achmad, mengaku sudah siap untuk melakukan tindakan kepada penderita tumor warga asal Kabupaten Kampar atas nama Riska Ramadila. Namun untuk melakukan tindakan medis tersebut, pihaknya harus menunggu persetujuan dari keluarga terlebih dahulu.

Kepala Diskes Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, setelah dilakukan observasi oleh tim dokter RSUD Arifin Achmad. Diputuskan bahwa Riska bisa ditangani di RSUD Arifin Achmad dan tidak perlu dirujuk kerumah sakit lainnya.

"Jadi bisa ditangani di RSUD Arifin Achmad, peralatan di sana memadai untuk melakukan tindakan medis. Hasil observasi tim dokter juga menyatakan bahwa Riska harus menjalani amputasi pada bagian yang menderita tumor tersebut," katanya.

Karena akan dilaksanakan tindakan amputasi tersebut, lanjut Mimi, pihaknya perlu mendapatkan persetujuan dari keluarga. Hal inilah yang masih ditunggu oleh tim dokter.

"Tim dokter juga sudah menjelaskan kepada pihak keluarga tentang tindakan medis yang akan dilaksanakan. Karena perlu amputasi, ini kemungkinan yang masih dipertimbangkan oleh pihak keluarga," jelasnya.

Dijelaskan Mimi, keputusan tim dokter untuk melakukan amputasi diambil setelah melakukan observasi bersama. Pasalnya, tumor yang derita Riska ini sudah ada sejak pertengahan tahun 2019 lalu, namun tidak segera dilakukan tindakan medis dan hanya mengandalkan pengo­batan tradisional.

"Jadi tumornya itu sudah besar, karena sudah mulai ada sejak tahun lalu. Pihak keluarga Riska saat ini hanya memberikan obat tradisional untuk pengobatannya," sebutnya.

Menurut Mimi, jika tidak segera dilakukan pengobatan medis, dikhawatirkan akan menjalar kebagian tubuh lainnya yang justru lebih membahayakan bagi Riska. Karena saat ini, tumor tersebut terus membesar dibagian kaki gadis tersebut.

"Kalau tumor itu sampai pecah, maka dikhawatirkan akan menjalar ketubuh bagian lain dari Riska. Dan kalau sudah seperti itu, maka akan berbahaya," ujar Mimi.(sol)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Barongsai dan Lampion Terangi Malam Cap Go Meh di Bagansiapiapi

Ribuan warga meriahkan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Bagansiapiapi dengan pawai lampion dan atraksi…

16 jam ago

PSMTI Riau Serahkan 200 Paket Lebaran untuk Personel Kodam XIX/TT

PSMTI Riau serahkan 200 paket Lebaran ke Kodam XIX/TT dan ajak kolaborasi donor darah Ramadan…

16 jam ago

Kebakaran Hebat di Concong, 26 Rumah dan Polsek Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Concong Luar, Inhil, hanguskan 26 rumah, tujuh gudang, Polsek dan Pos Babinsa. Tidak…

18 jam ago

Periode 4–10 Maret 2026, Harga TBS Plasma Riau Resmi Naik Tembus Rp3.613 per Kg

Harga TBS kelapa sawit mitra plasma Riau periode 4–10 Maret 2026 naik jadi Rp3.613,91 per…

19 jam ago

Harga Melonjak Tajam, Inflasi Tembilahan Februari 2026 Capai 7,32 Persen

Inflasi Tembilahan Februari 2026 capai 7,32 persen, melonjak dibanding dua tahun terakhir. Pemkab Inhil siapkan…

19 jam ago

Grand Elite Hotel Pekanbaru Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim

Grand Elite Hotel Pekanbaru gelar buka puasa bersama dan santuni anak yatim serta warga sekitar…

19 jam ago