Categories: Hukum Kriminal

Pelaku Penculik dan Pemerasan Bayu di Bangko Pusako Ditangkap

BANGKO PUSAKO (RIAUPOS.CO) – Polisi meringkus pelaku penculikan dan pemerasan, Bayu Sentana, Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Pelaku sedang duduk bersama temannya, di samping Indomaret KM 22 di pinggir Jalan Lintas Riau-Sumut KM 22 Kepenghuluan Bangko Sempurna, Bangko Pusako. Langsung diamankan tim unit reskrim Polsek Bangko Pusako dan dibawa ke mapolsek," kata Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIk melalui Kasubbag Humas Polres AKP Juliandi SH, Rabu (29/7/2020).

Bayu dites urine positif metaphetamine dan saat dilakukan test rapid menunjukkan hasil reaktif, selanjutnya dilakukan swap di Puskesmas Bangko Kanan dan saat ini masih menunggu keluarnya hasil swap dari Pekanbaru.

Kasubbag Humas menerangkan pasal yang dipersangkakan pasal 328 Jo 333 Jo 351 KUHP. Penculikan yang dilanjutkan penyekapan oleh pelaku, terjadi pada Senin (6/7) sampai Sabtu (11/7). 

"Korbannya Kriswandi (19) warga Kepenghuluan Bangko Sempurna, dan tindak pidana tersebut terjadi di rumah Nandos di Jalan Lintas Riau – Sumut KM 22 Kepenghuluan Bangko Lestari, Bangko Pusako," kata Juliandi. 

Juliandi menjelaskan sebelum penculikan terjadi, korban berada di rumah bersama ibu dan adiknya. Pelaku Bayu datang menaiki motor dan meminta ijin ke ibu korban untuk dibawa jalan. Ibu korban mengizinkan, dan diketahui sempat sampai di KM 24, pelaku putar arah ke KM 23 dan tiba di depan sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) lalu berhenti di situ. 

"Pelaku beralasan menunggu adiknya Ukti, saat itulah datang pelaku lain Nandus dari arah semak memiting leher korban dan memukul kepala mengunakan pisau serta menyeret pelapor ke arah kebun sawit yang sudah terparkir mobil L200," kata Juliandi. 

Korban dimasukkan pelaku Nandus ke dalam mobil dan sempat ditinju di bagian wajah dan kepala. Sementara pelaku Bayu menyetir mobil dan membaw ke sebuah areal kebun sawit. Nandus menyuruh korban menghubungi orang tuanya dan mengatakan telah diculik serta minta uang tebusan Rp50juta. 

Korban selanjutnya diikat mengunakan lakban dan dibawa ke rumah Nandus di KM 22 Balam, di sini lah korban disekap dan dianiaya lebih kurang enam hari. Pada Sabtu (11/7/2020) pelapor disuruh menjemput ibunya untuk berdamai saja secara kekeluargaan. 

"Pada saat itu kesempatan pelapor melarikan diri kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bangko Pusako," kata Juliandi. 

Laporan: Zulfadhli (Bagansiapiapi)
Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

10 jam ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

10 jam ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

1 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

3 hari ago